Langit7, Jakarta - Pemerintah terus berfokus dalam pengembangan produk halal di tanah air, khususnya busana muslim sebagai produk industri unggulan Indonesia. Hal itu dilakukan melalui
Halal Trade Forum yang digelar pada Jumat (22/10) lalu secara hibrida.
Halal Trade Forum merupakan bagian dari rangkaian acara pameran dagang tahunan internasional
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition. Pameran dagang bertaraf internasional ini digelar selama 14 hari pada 21 Oktober - 4 November 2021.
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat rantai nilai halal melalui empat langkah penting.
“Pertama, akselerasi sertifikasi halal. Kedua, menguasai ekosistem pendukung ekspor produk halal mulai dari bahan baku, produksi, standar dan prosedur ekspor, hingga pemasaran. Ketiga, membuka dan menangkap peluang ekspor produk halal di era pemulihan ekonomi saat ini. Keempat, kolaborasi dan integrasi usaha besar dengan koperasi dan UMKM,” jelasnya.
Baca juga: Era Digital, Menko Perekonomian: Digitalisasi Koperasi Jadi Peluang EmasModest fashion Indonesia yang identik dengan busana muslim sangat potensial untuk terus dikembangkan. Untuk itu, diperlukan strategi pemasaran dan branding secara internasional yang tepat.
Namun begitu, walaupun memiliki potensi yang baik, tantangan seperti tuntutan pasar yang dinamis juga perlu diperhatikan. Sehingga, produsen dari Indonesia harus terus meningkatkan kualitas produk, memenuhi regulasi, dan sertitikat halal yang diterima global.
Baca juga: Realisasai PEN Capai Rp60,31 Triliun untuk Insentif Dunia UsahaSubsektor busana muslim dan modest fashion, memerlukan strategi tepat untuk menembus pasar mancanegara. Dalam hal ini, riset pasar dibutuhkan agar produk busana muslim Indonesia dapat menjawab kebutuhan pasar negara tujuan.
Pemenuhan kebutuhan pasar dan selera pasar negara tujuan ini diyakini akan membantu produk busana muslim Indonesia dapat merambah pasar di negara potensial.
“Langkah yang perlu dilakukan adalah menentukan target pasar berdasarkan peluang. Selain memasarkan produk di dalam negeri, perlu sekaligus mencari pasar di luar negeri. Strategi pemasaran menyesuaikan dengan pasar negara mana yang dituju,” Desainer dan Eksportir busana, Ali Charisma.
(zul)