LANGIT7.ID-, Jakarta - - Memasuki hari ketiga pascagempa bumi di
Nusa Tenggara Timur (NTT),
Presiden Prabowo Subianto belum dapat dipastikan akan mengunjungi lokasi bencana, dan menemui korban.
Demikian dikatakan Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Merdeka, dikutip Selasa (18/8/2026).
Menurut Prasetyo, rencana kunjungan tersebut masih mempertimbangkan perkembangan situasi terkini.
"Nanti kita lihat situasinya. Para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa, lalu kita putuskan," kata Prasetyo.
Namun begitu, Prasetyo mengatakan bahwa Presiden telah menginstruksikan jajaran pembantunya untuk hadir terlebih dahulu di wilayah terdampak bencana gempa tersebut.
Bahkan ada sejumlah menteri yang telah ditugaskan untuk berada di wilayah bencana NTT, hingga tak bisa menghadiri upacara HUT RI ke-81 di Istana Kepresidenan Jakarta pada 17 Agustus, kemarin.
Baca juga: Percepat Penanganan Pascagempa NTT, Airbus A400M TNI Angkut Puluhan Ton BantuanMereka diantaranya adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno; Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian; Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo; Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus; serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
"Dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan baik," ujar Prasetyo.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8) sore, tercatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Gempa yang terjadi pada kedalaman 15 kilometer di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo itu juga menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, infrastruktur, sarana dan prasarana.
Penanganan Pascabencana Oleh PemerintahMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, dalam tahap penanganan awal, prioritas difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga serta perbaikan fasilitas vital seperti jalan, jembatan, rumah sakit, jaringan listrik, dan komunikasi.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Korban Terdampak Gempa di NTTYang utama, kata dia, tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet dan lain-lain.
"Itu
recover dalam waktu sesingkat-singkatnya," tutur Pratikno kepada wartawan, Senin (17/8).
Selain itu, dalam hal penanganan pascabencana di NTT juga dirancang untuk jangka panjang melalui rekonstruksi wilayah yang lebih tahan bencana. Ia menekankan komitmen pemerintah dalam membangun kembali sarana publik agar lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan.
(lsi)