Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

PBSI Jelaskan Kegagalan Pelatnas Cipayung di Denmark Open 2021

Garry Talentedo Kesawa Senin, 25 Oktober 2021 - 15:20 WIB
PBSI Jelaskan Kegagalan Pelatnas Cipayung di Denmark Open 2021
Tunggal Putra Bulu Tangkis andalan Indonesia Jonatan Christie cedera di babak perempat final Denmark Open 2021. Foto: Badminton Photo
LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil atlet bulu tangkis Indonesia gagal di turnamen Eropa, Denmark Open 2021. Hasil negatif tersebut ditanggapi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada denmark open 2021 Aryono Miranat mengatakan, kegagalan seluruh atlet Pelatnas Cipayung disebabkan kelelahan setelah berjuang di tiga turnamen Eropa sebelumnya. Dia menegaskan, banyak pemain yang sudah kehabisan energi sehingga tidak bisa tampil maksimal dan tersingkir dari seluruh nomor turnamen BWF Super 1000 tersebut.

Baca Juga: PBSI Pastikan Ginting dan Jojo Absen di Prancis Terbuka 2021

"Sebelumnya pemain sudah tampil di ajang Piala Sudirman di Finlandia dan Piala Thomas-Uber di Denmark. Tenaga dan stamina tidak cukup untuk kembali tampil maksimal di Denmark Open yang juga melibatkan pemain top dunia," kata Aryo dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Ahad (24/10/2021).

Selain kelelahan, PBSI juga mendapati dua atlet terbaiknya di sektor tunggal putra mengalami cedera pinggang. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Akibat cedera tersebut, Ginting terpaksa mundur di babak pertama sementara Jonatan mengundurkan diri di perempat final.

Aryo menjelaskan, cedera yang dialami kedua pemain tersebut berlangsung sejak Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark. Namun, keduanya memaksakan untuk bermain hingga ke Denmark Open 2021.

Baca Juga: Merah Putih Hilang di Podium Piala Thomas, Antara Prestasi dan Kegagalan Institusi

"Ginting dan Jonatan mengalami cedera yang sebenarnya didapat saat tampil di Piala Thomas sebelumnya. Mereka ngotot dan tampil habis-habisan di Piala Thomas karena motivasi untuk juara begitu besar, mengalahkan rasa sakitnya," ungkapnya.

Tidak hanya pemain utama, Aryo juga menyoroti susunan pelapis yang tampil baik. Akan tetapi, bermodalkan penampilan baik saja tidak cukup bagi pemain pelapis yang masih kurang pengalaman di turnamen tingkat atas.

"Pemain pelapis yang baru main di level Super 1000 beberapa ada yang menunjukkan permainan yang baik. Hanya saja, faktor pengalaman bertanding yang masih kurang, mereka pada poin-poin akhir sering terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Final Piala Thomas 2020: Setelah 19 Tahun, Indonesia Kembali Juara usai Kalahkan China 3-0

Menurutnya, kurang tenangnya permainan atlet pelapis lebih dikarenakan jam terbang yang masih minim. Namun, sisi positifnya adalah dengan mengikuti Denmark Open 2021, mereka bisa menambah pengalaman bertanding. Sementara bagi pemain yang performanya dirasa kurang berkembang, Aryo akan menyerahkan evaluasinya kepada pelatih masing-masing agar menemukan celah perbaikan sehingga ke depan bisa bermain lebih optimal.

"Walaupun kalah, hal itu tetap ada sisi positifnya bagi mereka untuk bisa menambah jam terbang dan pengalaman, karena kalahnya oleh pemain-pemain top level dunia," ungkapnya. (Sumber: Antaranews)

Baca Juga:

Rumor Posisi Menag Hadiah untuk NU, Yaqut Buka Suara

Selain Cetak Hattrick ke MU, Mohamed Salah Juga Harumkan Citra Islam di Inggris


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)