LANGIT7.ID-Jakarta; Posisi PT Bank Syariah Nasional (BSN) di bisnis KPR subsidi syariah semakin terlihat dari penguasaan pangsa pasar yang mencapai sekitar 84%. Capaian tersebut menjadi salah satu konteks penting di balik pelaksanaan akad massal pembiayaan syariah yang digelar perseroan pada Senin (24/8).
Dalam agenda yang menjadi bagian dari Milad ke-1 BSN itu, sebanyak 10 ribu akad pembiayaan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pusat kegiatan berada di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Bogor, Jawa Barat.
Dari total tersebut, 6.550 akad merupakan KPR subsidi, sedangkan 1.975 akad berupa KPR non subsidi. Sebanyak 1.215 akad lainnya merupakan pembiayaan non KPR dan 260 akad merupakan pembiayaan komersial.
Skala penyaluran tersebut mempertegas fokus BSN pada sektor perumahan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026 saja, perseroan mencatat realisasi sekitar 33.222 unit KPR subsidi.
Capaian itu menempatkan BSN di peringkat kedua nasional untuk seluruh industri perbankan, baik konvensional maupun syariah, dengan pangsa pasar mencapai 24%.
Sementara di industri perbankan syariah, posisi BSN bahkan berada di urutan teratas.
"Sementara khusus di industri perbankan syariah, BSN menempati posisi puncak dalam penyaluran KPR subsidi dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai sekitar 84%," ungkap Alex dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/8/2026).
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan kekuatan bisnis perumahan tersebut memiliki perjalanan panjang. Komitmen perseroan terhadap sektor ini telah terbangun sejak era Unit Usaha Syariah (UUS) BTN pada 2005, sebelum kemudian bertransformasi penuh menjadi BSN akhir tahun lalu.
Secara akumulatif, perseroan telah mengucurkan lebih dari 500 ribu unit KPR kepada masyarakat.
Momentum 10 ribu akad pada tahun pertama BSN tidak hanya ditempatkan sebagai pencapaian angka pembiayaan. Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, menyebut agenda tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah.
Akad massal itu dilaksanakan melalui 37 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu BSN. Bagi perseroan, penyelenggaraan secara masif tersebut menjadi stimulus agar masyarakat semakin mengenal sekaligus merasakan manfaat ekosistem perbankan syariah.
"Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10 ribu kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah impian yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari ekosistem perbankan syariah yang modern, inklusif, dan tepercaya," tutur Yut Penta.
Di sisi kinerja, ekspansi pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis BSN. Per 31 Juli 2026, total aset perseroan mencapai Rp81,1 triliun, tumbuh 22,2% secara tahunan.
Pembiayaan juga meningkat 25,7% menjadi Rp62 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 14,8% menjadi Rp64,1 triliun.
Pertumbuhan tersebut turut tercermin pada laba bersih. BSN membukukan laba bersih Rp643,6 miliar, melonjak 40,1%.
Ekspansi tidak berhenti pada pembiayaan dan penghimpunan dana. BSN juga mempercepat pengembangan layanan digital melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.
Hingga akhir Juli 2026, Bale Syariah telah memiliki 225 ribu pengguna aktif. Total volume transaksinya mencapai Rp4,88 triliun dari 2 juta transaksi.
Aplikasi tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pembayaran angsuran KPR, transfer, QRIS, pembayaran ZIS, hingga top up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.
Pelaksanaan akad massal di Bogor turut disaksikan Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Khresnariza Harahap, Direktur Pemasaran Pembiayaan BP Tapera Achmad Zaenal Abidin, serta Direktur Utama PT Kreasi Prima Nusantara Hadiana.
Dari internal BSN, kegiatan tersebut turut didampingi Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta dan Direktur Commercial and Corporate Banking BSN Maqin U. Norhadi.
Bagi Alex, skala 10 ribu akad pada momentum Milad pertama BSN pada akhirnya tetap memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pencapaian bisnis.
"Bagi BSN, 10 ribu akad pada hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami meyakini rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adalah tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan," kata Alex.
(lam)