LANGIT7.ID-, Jakarta - - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia,
Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan
klarifikasi terkait polemik
Vespa lawas miliknya yang dituding menggunakan pelat nomor bodong. Klarifikasi tersebut disampaikan Dahnil melalui akun Threads pribadinya, @dahnil_anzar_simanjuntak.
Polemik ini mencuat setelah
Ario Kiswinar Teguh, putra motivator Mario Teguh, menyoroti
Vespa yang digunakan Dahnil melalui media sosial. Kiswinar kemudian mempertanyakan status pelat nomor Vespa tersebut dan menyebutnya sebagai
pelat bodong. Polemik itu pun ramai dibicarakan warganet.
Baca juga: Pro-Kontra War Ticket Haji, Dahnil Anzar: Masih WacanaMenanggapi tudingan tersebut, Dahnil mengatakan dirinya sebenarnya sudah lama menjadi penggemar Vespa tua. Ia bahkan mengaku pernah menghadapi tudingan serupa beberapa tahun lalu.
Menurut Dahnil, isu mengenai
Vespa “bodong” pernah muncul pada 2019 ketika dirinya menjadi Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
“Ketika saya menjabat koordinator Jubir Prabowo-Sandi tahun 2019 lalu, saat itu saya baru membeli Vespa tua dari Yogya.”
Dahnil menjelaskan, Vespa yang dibelinya saat itu belum dibalik nama dan pajaknya masih dalam proses pembayaran di Yogyakarta. Kondisi tersebut, menurut dia, kemudian digunakan sebagai bahan untuk menyerang dirinya di media sosial.
Terkait motor Vespa miliknya yang kini menjadi sorotan publik, ia mengatakan bahwa kendaraan tersebut dibeli dalam kondisi pajak mati. Menurut Dahnil, Vespa tua jenis Super tersebut dibeli oleh stafnya bernama Achmadi. Ia kemudian meminta agar proses balik nama dan pembayaran pajak segera dilakukan.
“Saya baru membeli Vespa tua jenis Super, surat-surat lengkap namun pajak mati di Jakarta Selatan. Vespa dibeli oleh staf saya, Achmadi dan saya minta supaya sekalian saja balik nama dan bayar pajaknya segera,” tulis Dahnil.
Proses pengurusan kendaraan tersebut kemudian dilakukan oleh ajudannya, Ikhsan.
Baca juga: Komunitas Vespa Gelar Kirab Merah Putih dari Masjid Pusdai hingga BragaDahnil mengatakan kendaraan itu selanjutnya dimutasi dari Jakarta Selatan ke Ciputat, Tangerang Selatan. Setelah mendapatkan nomor pelat baru, ia meminta pelat tersebut dipasang pada Vespa miliknya.
Ia menyebut Vespa tersebut rencananya akan digunakan untuk menghadiri rapat kerja di DPR RI.
Tudingan yang menyebut dirinya menggunakan atau membeli Vespa bodong diakui Dahnil cukup mengganggu dirinya. Namun iaa menegaskan bahwa menurut pemahamannya, seluruh proses pembayaran pajak dan mutasi kendaraan telah dilakukan.
“Tudingan saya penadah Vespa bodong, saya tidak mencerminkan pejabat yang taat pajak dan lain-lain, terus terang saya terganggu dengan tuduhan dan fitnah ini. Karena sepemahaman saya sudah menunaikan semua proses pembayaran pajak dan mutasi,” ungkap Dahnil.
Sebelumnya, polemik bermula dari unggahan Dahnil ketika mengendarai Vespa dengan nomor polisi B 6008 DAS. Unggahan tersebut kemudian mendapat komentar dari Kiswinar yang menyinggung penggunaan Vespa dan kondisi spion kendaraan. Persoalan kemudian berkembang ketika Kiswinar mempertanyakan status pelat nomor Vespa tersebut.
Dahnil sempat menyatakan akan membawa tudingan tersebut ke jalur hukum. Ia menilai pernyataan yang ditujukan kepadanya telah masuk dalam kategori fitnah.
Baca juga: 6 Tips Membeli Vespa Klasik yang Perlu Dipahami Pemula, Jangan Sampai Tertipu!Dahnil Terima Kritik soal SpionMeski membantah tudingan soal Vespa bodong, Dahnil mengatakan dirinya tetap menerima sejumlah kritik dari warganet. Salah satu hal yang ia tindak lanjuti adalah persoalan spion. Dahnil mengaku meminta agar Vespa tua tersebut dilengkapi dua spion.
Menurutnya, Vespa lawas pada dasarnya memang memiliki konfigurasi satu spion. Namun, ia memilih menambahkan spion untuk menghindari persoalan dan memenuhi masukan yang disampaikan warganet.
“Saya menjawab dengan memperbaiki beberapa koreksi terkait spion. Saya minta segera lengkapi spion Vespa tua yang memang pada dasarnya memiliki satu spion, namun disetting agar bisa dua spion untuk menghindari fitnah yang tak elok,” tulisnya.
(est)