Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 29 September 2026
home masjid detail berita

Bahaya Penyakit Hati dan Tajassus Menurut Hadits Nabi

ahmad zuhdi Selasa, 29 September 2026 - 13:22 WIB
Bahaya Penyakit Hati dan Tajassus Menurut Hadits Nabi
LANGIT7.ID, Jakarta; - Dosen Institut Agama Islam Persatuan Islam (IAIPI) Bandung, Ustaz Robi Permana, memberikan ulasan mendalam mengenai bahaya penyakit hati dan tajassus di era modern melalui penjelasan Hadis Nabi Muhammad ﷺ riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Dia menegaskan bahwa ajaran Islam menekankan pentingnya menjaga kesucian hati dari berbagai prasangka dan dorongan untuk mencari-cari kesalahan orang lain agar ukhuwah Islamiyah tetap terjalin dengan kokoh.

Dalam penjelasannya, Ustaz Robi mengutip hadis shahih di mana Rasulullah ﷺ bersabda, “Jauhilah oleh kalian prasangka, karena prasangka itu adalah sebohong-bohongnya perkataan. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), janganlah kalian saling bersaing, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

Melalui pesan hadis tersebut, Dosen IAIPI Bandung ini menerangkan bahwa Islam melarang keras perilaku prasangka (al-zhann), memata-matai (at-tajassus), persaingan yang tidak sehat (at-tanafus), dengki (al-tahasud), saling membenci (at-tabaghud), hingga tindakan memutus silaturahmi (at-tadabur).

"Tujuan utama dari larangan-larangan ini adalah untuk membersihkan jiwa manusia agar hubungan antarmanusia senantiasa dibangun di atas pilar kasih sayang, rasa hormat, dan persaudaraan yang tulus," ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Ia juga menyoroti riwayat dari Wātsilah bin Atsqa' yang mengingatkan agar seorang muslim tidak menunjukkan rasa senang di atas penderitaan saudaranya, sebab bisa jadi Allah ﷻ justru akan melimpahkan rahmat kepada orang tersebut dan menguji manusia dengan musibah serupa.

Berdasarkan pesan ini, Ustaz Robi menguraikan fenomena "tajassus modern" yang kerap muncul di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Bentuk-bentuk penyakit hati modern tersebut meliputi kebiasaan mencari celah dalam kesulitan orang lain untuk dijadikan bahan sindiran, merasa diri paling benar atau paling berjasa, hingga kebiasaan mengungkit-ungkit kebaikan dengan ungkapan merasa paling berperan.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seseorang tidak merendahkan guru yang pernah mengajarkan ilmu kepadanya serta tidak menyombongkan kedermawanan harta yang pada hakikatnya merupakan amanah dan ujian dari Allah ﷻ.

Ustaz Robi Permana menggarisbawahi bahwa Al-Qur'an secara tegas memberikan panduan untuk membenahi penyakit-penyakit akhlak modern tersebut, mulai dari larangan buruk sangka dan tajassus dalam Surah al-Ḥujurāt ayat 12, larangan merendahkan sesama pada Surah al-Ḥujurāt ayat 11, hingga peringatan agar tidak merasa diri paling suci sebagaimana termaktub dalam Surat al-Najm ayat 32.

“Inti seluruh ajaran ini adalah satu: jangan sibuk mengawasi kekurangan orang lain sampai lupa bahwa hati kita sendiri juga sedang diuji oleh Allah,” pungkas Ustaz Robi Permana mengingatkan agar umat senantiasa meluruskan niat dan mawas diri.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 29 September 2026
Imsak
04:14
Shubuh
04:24
Dhuhur
11:47
Ashar
14:53
Maghrib
17:51
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan