Semangat untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang ramah dan kental dengan nilai budaya terus digelorakan di kancah internasional. Langkah ini ditunjukkan oleh Afrahul Fadhilah, mahasiswa S2 Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang aktif membina kelompok qasidah ibu-ibu Indonesia di Inggris, Annisa Rebana London.
Kelompok seni Islami tersebut kembali dipercaya tampil memukau pada ajang tahunan World Halal Food Festival yang berlangsung di London Stadium, Stratford, London, belum lama ini. Penampilan ini menjadi kali keenam bagi Annisa Rebana mendapatkan undangan resmi untuk mengisi panggung utama festival yang dihadiri lebih dari 3.000 pengunjung dan 200 vendor dari berbagai negara selama dua hari penyelenggaraannya.
Tampil anggun mengenakan gamis biru muda berhias bordir perak, para anggota Annisa Rebana melantunkan irama rebana dan shalawat yang berhasil memikat perhatian masyarakat internasional. Bagi Afrahul, pertunjukan tersebut bukan sekadar pentas seni, melainkan media dakwah kultural untuk menyebarkan syiar Islam ala Indonesia yang santun. Sejak didirikan pada tahun 2015, kelompok ini rutin mengasah kemampuan dua hingga tiga kali sepekan di Indonesian Islamic Centre (IIC) London. Afrahul mengaku sangat terharu menyaksikan penampilan anak-anak binaannya di tengah keberagaman pengunjung festival tersebut.
“Semoga ke depan, Annisa Rebana semakin maju,” ungkap Afrahul menyampaikan harapannya bagi keberlanjutan kelompok seni ini, dikutip laman Muhammadiyah, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Ramadhan 2027 Jatuh Pada 28 Februari
Selain menempuh studi magister di UMSU, Afrahul memegang peranan penting dalam ruang lingkup komunitas Muslim Indonesia di Inggris. Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Al-Washliyah London sekaligus mengelola bisnis kuliner Warung Nusantara London bersama rekannya, Rahmawaty. Keterlibatannya dalam dunia usaha membuatnya menyayangkan belum adanya keterlibatan vendor asal Indonesia di antara ratusan stan yang berpartisipasi dalam ajang halal internasional tersebut.
“Indonesia bisa menjadi salah satu peserta vendor agar makanan Indonesia lebih dikenal secara internasional,” ujarnya memberi masukan.
Lebih jauh, Afrahul menegaskan pentingnya mengenakan identitas bangsa secara utuh dan menyeluruh di mata masyarakat dunia. Ia berharap promosi kebudayaan dan pariwisata nasional tidak hanya berfokus pada satu wilayah semata, melainkan merepresentasikan kekayaan Indonesia secara universal.
“Bagaimana caranya agar yang dikenal itu Indonesia, bukan hanya Bali saja. Padahal Bali adalah bagian dari Indonesia,” tegasnya penuh dorongan semangat nasionalisme.
Kiprah dan dedikasi Afrahul bersama Annisa Rebana London mendapatkan apresiasi hangat dari Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir. Ince menilai sosok Afrahul sebagai pemudik gagasan yang berhasil menyatukan berbagai elemen ormas Islam melalui ikatan ukhuwah yang indah.
“Ummi Afrah adalah sosok yang menjembatani banyak hal. Beliau Ketua Al-Washliyah London, sekaligus bagian dari keluarga besar Muhammadiyah melalui studinya di UMSU. Ini contoh indah ukhuwah antarormas Islam Indonesia di Inggris. Lewat seni rebana dan shalawat, dakwah kultural dapat menyapa masyarakat internasional,” tutur Ince.
Kehadiran Annisa Rebana dalam panggung skala global ini membuktikan bahwa pemberdayaan komunitas, seni Islami, dan penguatan ekonomi kuliner dapat berpadu menjadi instrumen dakwah kultural yang efektif di mancanegara.
Baca Juga: PBNU Resmi Umumkan Susunan Pengurus Masa Khidmah 20262031, Akomodasi Keterwakilan Disabilitas
