LANGIT7.ID-Jakarta; -
Suroso Isnandar ditetapkan sebagai
Direktur Utara PT PLN (Persero) menggantikan
Darmawan Prasodjo. Penunjukkan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PLN pada Rabu (14/10/2026).
Penetapan tersebut dikonfirmasi oleh Komisaris PLN, Andi Arief.
“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” ujar Andi Arief seperti dikutip dari Antara, Rabu (14/10/2026).
Baca juga: Kursi Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Gantikan Darmawan PrasodjoSebelumnya Suroso menjabat sebagai sebagai sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Menurut Andi, Suroso merangkap jabatan untuk sementara hingga ada pengganti.
Lalu siapa
Suroso Isnandar?
Suroso Isnandar bukan orang baru di lingkungan PT PLN (Persero). Ia telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun berkarier di perusahaan pengelolaan tenaga listrik milik negara tersebut.
Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PLN, ia menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sejak 2025.
Sepanjang kariernya di perusahaan listrik negara tersebut, Suroso pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Direktur Manajemen Risiko, Kepala Unit Digital dan Teknologi Informasi, general manager di unit operasional, hingga Vice President Perencanaan Sistem.
Lulusan ITB dan Universitas di InggrisSuroso merupakan sarjana Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang Power Engineering and Management di University of Abertay Dundee, Inggris. Pendidikan doktoralnya diselesaikan di bidang Teknik Elektro di ITB.
Baca juga: Direktur PLN Suroso Isnandar Resmi Jadi Anggota MWA UGM, Siap Dukung Arah Kebijakan UniversitasLatar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari keahliannya dalam perencanaan sistem energi, pengelolaan risiko, dan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan.
Selain pengalaman dan pendidikan, Suroso memiliki sejumlah sertifikasi profesional di bidang manajemen risiko, kepatuhan, tata kelola, dan teknik, seperti dikutip dari laman
Linkedin Suroso Isnandar.
Sertifikasi tersebut meliputi
Qualified Risk Management Professional (QRMP),
Qualified Compliance and Risk Officer (QCRO), dan
Qualified Risk Governance Professional (QRGP).
Ia juga menyandang gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) serta ASEAN
Engineer (ASEAN Eng.), yakni gelar profesional bagi insinyur yang tercatat dalam
ASEAN Engineering Register.
Keahlian di bidang tata kelola, risiko, dan kepatuhan atau
governance, risk management, and compliance (GRC) menjadi salah satu bidang yang ditekuni Suroso selama berkarier di PLN.
Aktif Mendorong Pengembangan Smart GridDi luar tugasnya di PLN, Suroso menjabat sebagai Ketua Indonesia
Smart Grid Initiative (PJCI). Organisasi tersebut berfokus pada pengembangan teknologi jaringan listrik pintar atau smart grid untuk mendukung sistem energi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Baca juga: Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Green Leadership PROPER 2025, PLN Perkuat Transformasi HijauTeknologi smart grid memungkinkan pengelolaan jaringan listrik dilakukan secara lebih cerdas dengan dukungan teknologi digital. Pengembangannya juga berkaitan dengan upaya meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan dan mengintegrasikan sumber energi terbarukan.
Suroso juga menulis dan menjadi rekan penulis sejumlah artikel jurnal serta prosiding konferensi yang terindeks
Scopus. Topik penelitiannya antara lain transisi energi, dinamika sistem, optimalisasi risiko, dan integrasi energi terbarukan.
Ia turut menjadi salah satu penulis buku
Risk Management: For Early Detection of Bankruptcy and Improving Firm Performance in Energy Companies, yang membahas penerapan manajemen risiko untuk mendeteksi potensi kebangkrutan lebih dini dan meningkatkan kinerja perusahaan energi.
Dalam perjalanan profesionalnya, Suroso menempatkan transformasi digital, perencanaan energi berkelanjutan, dan kepemimpinan strategis dalam pengelolaan risiko sebagai bidang yang menjadi perhatiannya.
Ia menilai kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik merupakan unsur penting dalam membangun sektor energi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
(est)