LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak sedikit umat Muslim mengeluh dengan berbagai aturan yang diterapkan selama pandemi Covid-19. Sebab masjid-masjid harus tutup atau paling tidak membatasi aktivitas para jamaah.
Hal ini bukan hanya dirasakan kita yang berada di Indoesia. Masjid-masjid besar di berbagai belahan dunia pun terdampak wabah virus tersebut.
Bagaimana tidak, angka kematian global akibat Covid-19 terus bertambah. Saat ini angkanya menyentuh empat juta kasus pasien positif meninggal dunia, lalu 189 juta warga dunia terkonfirmasi positif.
Keadaan memaksa umat Muslim untuk sejenak fokus beribadah di rumah. Kegentingan ini pun turut mendorong pemuka agama mengeluarkan fatwa tentang bagaimana seharusnya ibadah selama pandemi.
Masjid Istiqlal pun sempat buka-tutup layanan untuk shalat. Selama PPKM darurat, DKM meniadakan Shalat Jumat. Kebijakan tersebut juga diterapkan untuk momen Idul Adha 20 Juli nanti.
Bagaimana dengan masjid-masjid lain di dunia?
1. Masjidil Haram, MekkahMeski sebagai kiblat umat Muslim dan masjid terbesar di dunia, pemerintah Arab Saudi sangat ketat mengatur peribadatan jamaahnya. Sampai sekarang pihak berwenang belum mengizinkan jemaah dari luar negeri masuk ke areal tersebut, termasuk Masjid Nabawi.
Ada denda 10.000 riyal atau Rp40 juta bagi mereka yang nekat memasuki Masjidil Haram tanpa izin. Ada patroli dan penjagaan 24 jam untuk memastikan protokol kesehatan.
2. Masjid Al-Aqsha, PalestinaSama seperti masjid besar lainnya, Masjid Al-Aqsha juga sempat menerapkan aturan buka tutup pintu bagi jamaah. Aturan ini khususnya berlaku pada Ramdhan 2020, ketika wabah virus corona sedang melonjak, menularkan warga di Bumi Palestina.
3. Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, MalaysiaSalah satu masjid terbesar di Asia Tenggara ini membatasi ketat penyelenggaran ibadah. Meski tidak ada penutupan, termasuk saat Shalat Jumat dan Idul Adha, namun ada kuota khusus bagi jamaah yang ingin beribadah.
Ada batasan jumlah jamaah sebanyak 300 orang. Itu pun diterapkan protokol kesehatan ketat, seperti wajib memakai masker dan menjaga jarak antarshaf. Kemudian mereka yang masuk wajib melalui proses screening terlebih dahulu.
4. East London Mosque, InggrisEast London Mosque, salah satu masjid terbesar di eropa ini melarang semua warga memasuki rumah ibadah tersebut saat pandemi di Inggris sedang memuncak.
Namun ibadah tetap berlangsung, karena pengurus masjid menyiarkan shalat lima waktu, serta Shalat Jumat dan khutbah melalui halaman Radio dan YouTube serta laman Facebook.
Kondisi ini pun membuat pengurus meminta muadzin mengganti kalimat adzan. Bila tadinya berbunyi 'Hayya Alash Shalah' (marilah kita shalat), menjadi 'Shollu fii buyutikum' (shalat lah di rumah kalian).
5. IMAAM Center, AmerikaSementara di Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center mematuhi petunjuk dan arahan pemerintah distrik untuk mencegah penularan virus corona. Poster-poster aturan itu pun dipasang di seluruh sudut masjid.
Adapun sejumlah aturan tersebut di antaranya wudhu di rumah, tiba di masjid lebih awal, memakai masker, menjaga jarak hingga dua meter dan membawa sajadah. Lalu akhir-akhir ini ditambahkan pedoman baru, yaitu Sholat Jumat dibagi dua shift.
Begitu juga untuk Sholat Idul Adha nanti, pengurus bahkan membaginya dalam tiga shift karena untuk mengantisipasi jumlah jamaah yang membeludak dari biasanya.
(bal)