Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 18 Oktober 2026
home global news detail berita

Ketua PW Persis DKI Kenang Ketauladanan KH Syukron Ma'mun

ahmad zuhdi Ahad, 18 Oktober 2026 - 11:11 WIB
Ketua PW Persis DKI Kenang Ketauladanan KH Syukron Ma'mun
Ketua PW Persis DKI Kenang Ketauladanan KH Syukron Mamun. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-Jakarta; - Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) DKI Jakarta menyampaikan ta'ziyah atas berpulangnya ulama karismatik sekaligus Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH Syukron Ma'mun. Kepergian ulama senior yang dikenal dengan julukan Singa Mimbar tersebut meninggalkan duka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat dan jajaran tokoh Islam di ibu kota.

Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar, menyampaikan rasa kehilangan yang amat besar atas wafatnya sosok ulama pencerah umat tersebut. Dia menilai almarhum sebagai figur pendakwah yang sangat konsisten, memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran, serta senantiasa menjaga keutuhan ukhuwah Islamiyah sepanjang hayatnya.

Dalam kenangannya, Ustaz Sofyan menyebut almarhum KH Syukron Ma'mun sebagai orator ulung yang memiliki keahlian retorika luar biasa dalam panggung dakwah nasional. "Penyampaian dakwah almarhum yang lugas, tegas, namun tetap sarat akan nilai-nilai keilmuan memberikan warna tersendiri dan menjadi inspirasi bagi para dai generasi muda di Jakarta," kata Ustaz Sofyan dalam keterangannya, Ahad (18/10/2026).

Selain kiprah di mimbar dakwah, PW Persis DKI Jakarta memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi almarhum dalam membangun benteng pendidikan Islam melalui Pondok Pesantren Daarul Rahman. Keberhasilan almarhum mendirikan dan mengembangkan pesantren di berbagai wilayah menjadi bukti nyata kontribusi almarhum dalam mencetak generasi mubaligh yang cerdas dan berakhlak mulia.

Baca Juga: Innalillahi, Ulama Karismatik KH Syukron Ma'mun Wafat



Ustaz Sofyan mengungkapkan bahwa warisan pendidikan yang ditinggalkan almarhum sangat berharga bagi pembentukan karakter masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Penggabungan kurikulum pesantren modern dan keilmuan klasik di Daarul Rahman telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor keumatan, baik nasional maupun internasional.

"PW Persis DKI Jakarta menilai hubungan silaturahmi almarhum dengan berbagai ormas Islam, termasuk Persis, senantiasa terjalin dengan sangat harmonis. Keterbukaan almarhum dalam berdialog dan bertukar pikiran menjadikan sosoknya sebagai teladan dalam merawat kebersamaan di tengah dinamika gerakan Islam," ungkapnya.

Kepergian almarhum dipandang sebagai kehilangan besar bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam di Tanah Air yang sulit tergantikan. Ustaz Sofyan mengajak seluruh warga Persis dan umat Islam di DKI Jakarta untuk memanjatkan doa serta ta'ziyah ke Pondok Pesantren Daarul Rahman.

"Keluarga besar PW Persis DKI Jakarta mendoakan agar seluruh dedikasi, perjuangan dakwah, dan amal jariyah almarhum KH Syukron Ma'mun diterima di sisi Allah SWT. Semoga Pondok Pesantren Daarul Rahman serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa berikan kekuatan untuk melanjutkan cita-cita mulia almarhum," tuturnya.

Baca Juga: Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketum PBNU di Jatim

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 18 Oktober 2026
Imsak
04:04
Shubuh
04:14
Dhuhur
11:41
Ashar
14:48
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan