LANGIT7.ID-Surabaya; -
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya
dakwah ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat
kemandirian dan
kesejahteraan umat.
Menurutnya,
dakwah ekonomi perlu diwujudkan melalui gerakan bersama yang mencakup penguatan
ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.
Baca juga: Gaji PNS Bakal Disalurkan Lewat Kopdes, Menkop Sudah Usulkan ke KemenkeuHal tersebut disampaikan
Ferry Juliantono saat menghadiri Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam (SI) ke-42 di Surabaya, Ahad (18/10/2026), yang mengusung tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”.
“Saya meyakini bahwa dakwah ekonomi merupakan bagian penting dalam memperkuat
kemandirian dan
kesejahteraan umat. Karena itu, penguatan
ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta
kewirausahaan umat harus menjadi gerakan bersama,” kata
Ferry.
Secara khusus, Ferry menyoroti peran strategis koperasi dalam mengembangkan potensi ekonomi umat. Ia menilai, pengembangan koperasi pesantren dan koperasi berbasis masjid perlu terus didorong, disertai perluasan akses pembiayaan syariah.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan potensi umat.
"Khusus di bidang perkoperasian, kita perlu mendorong pengembangan koperasi pesantren, koperasi berbasis masjid, serta akses pembiayaan syariah agar potensi ekonomi umat semakin berkembang," jelas Ferry.
Ferry berharap, Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat ekonomi umat. Dengan demikian, dakwah ekonomi tidak hanya menjadi gagasan, tetapi juga diwujudkan melalui program dan gerakan nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Menkop Ferry: Ekonomi Bangsa Bertumpu pada Syariah, Koperasi, Zakat“Semoga Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 ini melahirkan langkah nyata untuk memperkuat ekonomi umat dan mewujudkan kemerdekaan ekonomi yang sesungguhnya,” kata Ferry.
Kongres tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Utusan Khusus Presiden Muhammad Mardiono, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan.
(est)