LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam adalah agama sempurna yang mengatur masalah negara sampai urusan kamar mandi. Berbicara menggunakan kamar mandi, Rasulullah SAW ternyata mengajarkan juga kepada umatnya tata cara dan adab seorang muslim menggunakan kamar mandi.
Ustadz Muhammad Alwi Yusuf menjelaskan kepada Langit7, Kamis (28/10/2021) setidaknya ada 10 adab seorang muslim menggunakan kamar mandi seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
1. Membaca doaSama seperti saat melakukan aktivitas lain, ke kamar mandi juga harus didahului dengan bismillah dan membaca doa.
Dalam sebuah hadits yang berbunyi.
كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Artinya: "Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)." (HR Bukhari dan Muslim).
"Membaca doa hendaknya saat di luar kamar mandi, jadi sebelum masuk," ujar Alwi Yusuf.
2. Masuk dengan kaki kiriNabi Muhammad SAW kerap diceritakan lebih senang mendahulukan kaki dan tangan kanan dibandingkan kiri. Namun saat masuk kamar mandi, Rasulullah SAW mendahulukan kaki kiri dibanding kanan.
كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ
Artinya: "Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)." (HR Bukhari dan Muslim).
"Salah satu tempat yang dianggap tempat kotor adalah kamar mandi, maka dahulukan kaki kiri ketika ingin memasukinya." terang Ustadz kembar ini.
Baca juga : Ini Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi yang Diajarkan Rasulullah3. Tidak berlama-lama di kamar mandiSebaiknya tidak berlama-lama di dalam kamar mandi. Setelah hajatnya selesai segerakan untuk keluar dari kamar mandi. Menurut Ustad Alwi Yusuf, kamar mandi merupakan tempat jin bersemayam, karenanya setelah selesai lekaslah keluar.
4. Menggunakan tangan kiri saat membersihkan kotoranSaat berhubungan dengan kotoran baik itu buang air kecil atau besar, hendaknya gunakan tangan kiri. Seperti dalam hadits dari Abu Qotadah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِى الإِنَاءِ ، وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ
"Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja' dengan tangan kanannya." (HR Bukhari dan Muslim).
5. Dianjurkan tidak menghadap atau membelakangi kiblatKetika buang air kecil atau buang air besar, hendaknya posisi jongkok tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Aturan ini telah dinyatakan Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya dari Abu Ayyub Al Anshori.
إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَاالشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى
"Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat." Abu Ayyub mengatakan, "Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta'ala." (HR Bukhari dan Muslim).
"Buat yang dirumahnya masih menghadap kiblat, lebih baik direnovasi, dan yang belum membangun rumah perlu diperhatikan posisi jongkok saat buang hajat agar tidak menghadap atau membelakangi kiblat." tambah Ustad Alwi Yusuf.
6. Tidak bernyanyi saat di kamar mandiDalam hadits dijelaskan, Rasulullah SAW pernah diberi salam saat buang hajat, namun Rasul tidak menjawabnya.
أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ
Artinya: "Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya." (HR Muslim).
"Dari hadits ini kita dapat kiasan, menjawab salam aja tidak boleh apalagi bernyanyi." terang Alwi mengenai makna dari hadits tersebut.
7. Menggunakan kain basahanAnjuran memakai kain basahan sebab dimanapun kita berada tidak lepas dari pandangan dan pengetahuan Allah SWT. Selain itu kamar mandi juga merupakan salah satu tempat bersarangnya syaitan.
"Sesungguhnya syaitan dan kaumnya meihat kamu dengan keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka (Al Araff 7:27)"
"Untuk itu disunnahkan bagi yang laki-laki masih pakai celana basahan, dan yang perempuan masih pakai kembenan." papar Alwi.
Baca juga : Terjebak Hujan saat Pulang Kantor? Ini Doa Agar Hujan Segera RedaNamun jika hendak melepaskan seluruh pakaiannya hendaknya membaca doa tambahan.
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا إِلهَ إِلاَّ هُوَ
Bismillaahil ladzii laailaaha illaa huwaArtinya: "Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."
"Doa ini untuk melindungi dari pandangan-pandangan jin yang ada di kamar mandi, dan berdoanya di dalam hati saja jika sudah di dalam kamar mandi." terangnya.
8. Saat buang hajat menggunakan penutup kepala dan alas kaki."Ketika Rasulullah SAW buang air besar, Rasul tidak membuka kain kepala atau imamah yang dipakai sehari-hari dan juga menggunakan alas kaki." ujar Alwi Yusuf.
Seperti yang disebutkan dalam hadits yang berbunyi:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ لَبِسَ حِذَاءَهُ وَغَطَّى رَأْسَهُ
Artinya: "Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk toilet, beliau memakai sandal dan penutup kepala." (HR. Baihaqi)
Penutup kepala dalam hal ini bisa berarti peci atau kopiah, sedangkan sandal berfungsi untuk menghindari najis yang ada di lantai kamar mandi saat buang hajat.
9. Keluar dengan kaki kananKeluar kamar mandi hendaknya dahulukan kaki kanan. Seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, bahwa Rasulullah SAW lebih senang mendahulukan dengan kaki kanan ketika ingin memulai sesuatu.
10. Membaca doa selesai dari kamar mandiKetika selesai dan kedua kaki sempurna berada di luar kamar mandi, dianjurkan membaca doa keluar kamar mandi :
غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذَى وَاَبْقَى فِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ
Ghufraanak(a) Alhamdulillahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa ‘aafaaniiArtinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menetapkan sesuatu yang bermanfaat bagiku.”
Itulah 10 adab menggunakan kamar mandi yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya, semoga bermanfaat.
(est)