LANGIT7.ID-, Banda Aceh - Situasi keamanan di Jakarta dipastikan masih seperti biasanya dan tidak ada hal yang mengkhawatirkan. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI Yusril Ihza Mahendra menanggapi isu pengerahan prajurit dalam skala besar ke Jakarta.
"Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan," kata Yusril Ihza Mahendra, di Banda Aceh, mengutip
Antara, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan ini merupakan respons Yusril terkait adanya pengerahan skala besar prajurit TNI ke Jakarta dalam dua hari terakhir ini.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam penyataannya membenarkan adanya pengerahan pasukan ke Jakarta. Ia beralasan, pergerakan personel tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara. "Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL itu benar," katanya.
Baca juga: TNI Benarkan Isu Pengerahan Prajurit Skala Besar ke Jakarta, Alasannya Menjaga Keutuhan NKRIPengerahan pasukan ini, menurut Tunggul telah dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tersebut disebut bertujuan memastikan keamanan masyarakat. Meski demikian, dia belum memerinci alasan detail di balik pengerahan pasukan ke ibu kota.
Yusril sendiri mengaku belum bisa menjawab detail terkait pengerahan prajurit TNI tersebut karena hal itu merupakan kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.
Tetapi secara umum, Yusril menyatakan situasi keamanan di Jakarta berjalan seperti biasa, dan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.
"Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan," ujar Yusril.
Melansir
Antara, TNI Angkatan Laut (TNI AL) merencanakan pengerahan total 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta. Pengerahan pasukan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Baca juga: Soal Kabar Pengerahan Pasukan ke Jakarta Pasca Penangkapan Eks Kapolri dan Geng, Pihak TNI Belum Berkomentar TerbukaDalam pengerahan ini, unsur satuan di wilayah Jakarta maupun luar daerah dilibatkan dan semuanya di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
Pengerahan tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan menerjunkan 2.100 personel dari satuan eksisting wilayah Jakarta. Pasukan tersebut meliputi unsur Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Tahap selanjutnya, pengerahan tahap kedua dan ketiga menerjunkan 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Pergeseran pasukan luar daerah tersebut memanfaatkan moda transportasi armada KRI serta jalur darat.
Kemudian, pada tahap keempat disiapkan sebanyak 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta. Seluruh pasukan tahap akhir ini berada dalam status siaga penuh di markas satuan dan siap digerakkan sewaktu-waktu.
Baca juga: Susno Duadji: Ini Saatnya Audit Alat Penyadap di Polri, Kejaksaan dan KPK(lsi)