LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan bahwa insan pers harus mampu beradaptasi dengan cepat dan inovatif dalam menghadapi era disrupsi teknologi.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Kongres ke-6 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Jumat (29/10). Menurutnya, jurnalisme harus dijalankan secara bijak dan mempertimbangkan segala dampak yang ditimbulkan.
"Jurnalisme tidak sekadar fakta tetapi juga memperhitungkan dampak. Tidak sekadar good journalism, tetapi juga wise journalism," kata Jokowi.
Baca juga:
Jabar Klaim Sudah Suntikkan 34 Juta Dosin VaksinJokowi mengatakan perkembangan media harus mendukung transformasi kemajuan bangsa, serta berkontribusi untuk masyarakat bangsa, dan kemanusiaan.
Kehadiran berbagai platform media baru juga harus memacu para jurnalis lebih kreatif dan produktif, terus memperkuat value-nya sebagai penyebar informasi yang kredibel, meningkatkan kecermatan, menjaga independensi, dan objektivitas.
Pemerintah, lanjut Jokowi, akan terus memegang teguh komitmen untuk menjaga kemerdekaan pers, membuka ruang untuk menyuarakan kepentingan publik, serta terbuka atas sikap kritis dan solutif.
"Kritik yang membangun itu sangat penting, dan pemerintah akan menjawab dengan pemenuhan tanggung jawab agar membuahkan hasil yang diharapkan untuk kepentingan rakyat," ujarnya.
Baca juga:
Polri Distribusikan 8.000 Paket Sembako ke Buruh di 8 ProvinsiDalam kesempatan itu, Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para jurnalis yang telah membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi terkait penanganan pandemi Covid-19 kepada masyarakat.
Menurutnya, peran jurnalis selama pandemi semakin penting dalam meningkatkan optimisme dan harapan bagi masyarakat Indonesia.
"Di tengah banjirnya informasi, peran para jurnalis semakin penting, menjadi suluh dari kegelapan, menjaga situasi tetap jernih. Dengan menyampaikan informasi yang akurat, memberikan apresiasi dan semangat, tetapi juga kritik yang konstruktif," pungkasnya.
(sof)