Langit7, Jakarta - Salah satu trik menarik minat konsumen untuk melakukan transaksi adalah dengan menghadirkan diskon. Istilah ini dalam jual beli online lebih dikenal dengan harga coret.
Istilah harga coret sendiri dikarenakan dalam platform
marketplace ditampilkan sebuah harga produk yang dicoret dan disematkan harga lebih murah. Hal itulah yang biasanya berhasil menciptakan transaki pembelian.
Baca juga: Hati-hati Bakteri dan Tungau, Perhatikan Waktu Mengganti SepraiKendati demikian, Ustadz Abiena Yuri mengingatkan para pembeli untuk lebih berhati-hati dengan trik marketing yang satu ini. Ia berpesan, pembeli perlu mengetahui harga pasaran produk yang diinginkan dengan harga coret, untuk menghindari siasat tipuan.
"Misal produk itu memang pasaran Rp1 juta, tapi karena penjual ingin omzet tidak berkurang atau bahkan bertambah, terkadang penjual tidak jujur. Sehingga melakukan siasat harga coret Rp1,5 juta dan pada akhirnya kembali di harga pasaran yang memang Rp1 juta," jelasnya dikanal Youtube Tajiru Center.
Jika seperti itu, kata dia, maka yang terjadi bukanlah diskon, tapi upaya untuk mengelabuhi pembeli. Akibat ketidakjujuran itu, menjadikan sebuah siasat atau trik tipuan terkait potongan harga.
Baca juga: Insinyur Muslim Birmingham Rancang Jilbab APD Pertama untuk Keselamatan PekerjaIa berpesan agar para pelaku usaha tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya keberkahan dalam usaha dan penghasilan adalah yang sesuai dengan syariat Islam.
"Kalau Anda ingin berikan potongan harga dengan sebenar-benarnya, maka berikan harga coret dari harga normal produk. Atau, berikan harga coret setelah harga diskon. Jadikan hal ini sebuah kebaikan yang akan kembali kepada kita," tambahnya.
(zul)