Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home lifestyle muslim detail berita

Masya Allah, Ini Keistimewaan Santuni Anak Yatim dalam Islam

muhammad rifai akif Senin, 01 November 2021 - 14:53 WIB
Masya Allah,  Ini Keistimewaan Santuni Anak Yatim dalam Islam
Islam memandang istimewa mereka yang menyantuni dan menyayangi anak yatim. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy, memastikan bahwa untuk anak yang ditinggal kedua orang tuanya akibat korban virus Covid-19, akan mendapatkan jaminan pendidikan sampai kuliah melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), disampaikan pada Jumat, (22/10).

Selain itu anak yatim piatu akibat Covid-19 namanya dicatat ke dalam program Kementerian Sosial yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), anak tersebut agar menjadi bagian dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), lewat walinya yang mengasuh.

Pemerintah memperlakukan anak yatim piatu karena Covid-19 begitu sangat istimewa, sehingga bisa mengurangi beban anak tersebut yang sudah ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

Baca juga : Ma'ruf Amin Ajak Donatur Bantu Anak Yatim Piatu Akibat Pandemi

Selain pemerintah yang mempermudah dan memberikan bantuan kepada anak yatim piatu, Islam juga mengajarkan keistimewaan menjadi hak asuh bagi anak tersebut.

Mengasuh anak yatim-piatu pahalanya adalah surga Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Turmudzi).

Dosa yang tak terampuni tak lain adalah syirik sebelum sempat bertobat.

Namun siapakah yang paling berhak mengasuh anak yatim-piatu? Apakah keluarganya atau boleh orang lain yang bukan keluarganya?

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, KH. Cholil.Nafis mengatakan keluarga terdekatlah yang berkewajiban merawat anak yatim-piatu. Seperti disampaikan saat dihubungi Langit7 pada Senin (1/11).

"Yang paling baik tentu keluarganya yang merawat. Seperti Rasulullah SAW, setelah bapak ibunya wafat, beliau dirawat oleh kakeknya, Abdul Muthalib, kemudian setelah wafat kakeknya, dirawat oleh pamannya Abu Tholib."

Orang dari keluarga terdekat harus memiliki kesadaran untuk mau membuka diri menjadi pengasuh bagi anak yatim-piatu. Selain kemudahan mendapatkan bantuan dari pemerintah, mengasuh anak yatim juga mendapatkan keistimewaan di dalam Islam.

Seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini bahwa surga yang diberikan kepada orang yang mengurus anak yatim berdekatan dengan surga yang Allah SWT persembahkan untuk Nabi Muhammad SAW.

Rasul bersabda, “Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit” (HR. Bukhari).

Selain itu manfaat jika keluarga terdekat yang merawat anak yatim-piatu, menurut Kyai Cholil adalah bisa menanamkan budaya yang melekat di keluarga kepada anak-anak.

"Keluarga terdekat mulai dari kakek neneknya, paman bibinya atau sepupunya," tambahnya.

Baca juga : Ponpes Salamun Aitam, Satu-satunya Ponpes Gratis bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Sumsel

Kemudian jika tidak ada keluarga yang berkenan atau tidak ada lagi keluarganya, barulah Cholil Nafis menyampaikan kelonggaran untuk diberikan kepada panti asuhan yang terpercaya.

"Kalau tidak ada keluarga yg bersedia sama sekali dengan berbagai alasan, barulah boleh diberikan ke panti asuhan yang mengajarkan nilai-nilai Islam." Jelasnya.

Memberlakukan anak yatim-piatu baik laki-laki ataupun perempuan tidak ada perbedaan dalam Islam. Sejauh ini tidak ada ayat Quran dan hadits yang menjelaskan untuk lebih mengistimewakan salah satunya apakah itu laki-laki atau perempuan, semuanya sama mulianya di dalam Islam.

"Kalau dalam Islam haknya anak yatim sama, baik laki-laki maupun perempuan." papar Kyai Cholil.

Tetapi untuk menghindari bahaya yang bisa terjadi, dimana perempuan lebih rentan terlebih saat mulai beranjak dewasa. Maka dibutuhkan penanganan lebih khusus bagi yang ingin mengasuh anak yatim-piatu.

"Kalau dalam kehidupan nyata, mengurus dan mengasuh anak perempuan harus lebih protektif, jangan sembarangan, karena bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan." pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan