LANGIT7.ID, Jambi - Berawal dari menyukai tanaman hias, Rita Yuniza (30) menjadikan hobi sebagai ladang penghasilan. Kesukaan Rita terhadap tanamam hias ini bukan hanya semata-mata kelatahan seperti banyak orang, menyukai sesuatu setelah ramai diperbincangkan.
Hobi mengoleksi tanaman hias sudah dilakukannya bahkan sebelum tanaman hias ini viral saat pandemi Covid-19. Ia mulai mengomersilkan tanaman hiasnya tiga tahun belakangan, tepatnya pada 2018.
Rita mengisahkan pada awal melakukan bisnis dari hobinya ini, ia memiliki banyak koleksi tanaman hias yang memiliki harga mahal. Namun tiga tahun lalu, keluarganya mengalami krisis keuangan.
Rita mau tidak mau harus merelakan sebagian koleksi tanaman hiasnya untuk dijual agar bisa menyambung hidup. Dari hasil penjualan itu Rita memperoleh uang Rp19 juta dari koleksi bugenvil, dan dari uang itu pula ia gunakan untuk mencukupi kekurangan ekonomi keluarga.
Wanita yang juga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru mata pelajaran biologi ini, akhirnya berpikir untuk menjalankan bisnis tanaman hiasnya, karena keuntungan yang didapat cukup menggiurkan.
“Daripada cuma sekedar hobi yang tidak menghasilkan, saya dan suami yang kebetulan punya hobi sama akhirnya memutuskan untuk membuka usaha tanaman hias,” kata dia dikanal Youtube Muda Menginspirasi.
Ami Florist, toko tanaman hias milik Rita ini menyediakan berbagai jenis tanaman, selain bugenvil, ia juga memasarkan tanaman hias aglonema. Adapun koleksinya terdiri dari butterfly, donacarmen, kocin dan masih banyak lagi.
Sementara untuk harga, Rita mengaku pernah menjual aglonema kocinnya per batang dengan harga Rp150 ribu. Untuk yang membeli rumpunan ia bisa menjualnya dengan harga Rp1,5 juta. Rita juga pernah menjual jenis tanaman hias aglonema lotus secara rumpunan dengan harga Rp4,5 juta.
Selain tanaman hias, Ami Florist juga menyediakan pupuk tanah siap pakai. Sehingga bisa menggunakan pupuk tersebut sebagai media tanam. Selain itu, Rita juga bekerja sama dengan Dinas Kota Lingkungan Hidup, Sungai Penuh, Jambi menyediakan pupuk kompos. Termasuk media tanam seperti arang sekam.
“Per minggu rata-rata bisa memperoleh RP4-6 juta. Penghasilan terbanyak di saat pandemi ini bisa mencapai Rp8-10 juta per minggu,” tuturnya.
Dalam bisnisnya ini, Rita melakukan pembibitannya sendiri, melalui umbi maupun semai biji. Rita bahkan bisa mendapatkan varietas baru dari bugenvil black marianya, yang bermutasi secara alami di Ami Florist.
(zul)