Langit7, Jakarta - Fondasi agama diyakini memperkuat dan memudahkan seseorang dalam mengembangkan usaha. Sehingga, para pengusaha, khususnya bagi muslim, perlu memperhatikan hal apa saja yang diperintahkan dan dilarang dalam Islam untuk melakukan muamalah.
Ustadz Dzulkarnain M Sunusi mengatakan, ketika akan masuk ke dalam dunia usaha maka yang pertama kali harus diingat adalah menjalaninya dengan ibadah.
"Konsep dari para ulama sebenarnya di muamalah jangan dilihat kepada sektor keuntungan dan dunia saja, tapi dilihat juga dari sudut kita bisa beribadah kepada Allah," ujarnya dikanal Youtube kasisolusi.
Baca juga: Pertumbuhan Pinjol Tinggi, Bukti Geliat Ekonomi DigitalDari situ, lanjut dia, jalan ke depan dalam mengembangkan usaha akan didapatkan lebih mudah. Sebab, dengan ibadah maka seseorang akan mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.
Menurutnya, hal itu sudah terbukti sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Di mana para sahabatnya yang menjalankan muamalah sebagai ibadah menjadi sebab keberkahan bagi mereka.
"Keberkahan itu ada di dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman (yang artinya) 'Wahai anak Adam, konsentrasi beribadah kepada-Ku maka Aku akan penuhi untukmu kecukupan," jelasnya.
Baca juga: Nikmati Kegagalan, Malah Sukses Kembangkan Bisnis PertanianIa menjelaskan, seseorang yang menjalankan bisnisnya dari sudut ibadah maka akan mendapatkan keindahan dalam hasilnya.
Banyak cara yang bisa dilakukan terkait ibadah dalam bisnis, di antaranya memberi manfaat kepada manusia, membuka lapangan kerja untuk orang banyak, bahkan hingga membuat negara mencapai kedaulatan ekonomi.
"Kadang sebab keberkahan itu datang dari seseorang karena ada sudut-sudut ibadah yang dihadirkan. Sebab rezeki bukan dihitung dengan teori ilmu ekonomi, tapi lebih kepada sudut antara kita dengan Yang Maha Pemberi Rezeki," tambahnya.
(zul)