LANGIT7.ID, Makassar - Ketua KPK Periode 2011-2015, Abraham Samad, mengubah kediaman pribadinya menjadi Pesantren Mahasiswa Dai dan Penghafal Al-Qur’an (Pesma Dai). Rumah tersebut terletak di kawasan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sejak 2011, pengacara dan aktivis antikorupsi itu memilih menetap bersama keluarganya di Jakarta dan sesekali di Bogor.
Rumah diwakafkan untuk kegiatan Pesma Dai merupakan warisan mertua Abraham Samad, Brigjen TNI (purn) Djuritno, yang meninggal pada Juni 2021 lalu. Rumah yang berjarak 150 meter sebelah timur Universitas Negeri Makassar (UNM) itu dirawat oleh kerabat Abraham Samad. Sudah hampir 10 tahun tak ditinggali.
Saat ini, sudah ada puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar mondok di pesantren yang dikelola Pemuda Hidayatullah Sulawesi-Selatan itu. Menariknya, Pesma Dai itu gratis dan menjadi ruang bagi mahasiswa yang ingin belajar Al-Qur’an secara intens disela kesibukan kuliah.
“Pesantren Mahasiswa Dari dan Penghafal Al-Qur’an ini adalah program yang diinisiasi Pemuda Hidayatullah bersama Laznas BMH di Sulawesi-Selatan dengan memanfaatkan rumah yang dipinjamkan oleh mantan Ketua KPK, Abraham Samad,” kata Ketua Pemuda Hidayatullah Sulsel Abdurrahman Sibghatullah, dikutip laman Hidayatullah, Selasa (2/11/2021).
Mahasiswa yang bergabung dalam program tersebut bukan hanya dari Sulawesi Selatan. Ada pula mahasiswa asal Jayapura yang memiliki ketertarikan menghafal Al-Qur’an. Salah satunya Muhammad Fadlan. Ia merupakan mahasiswa semester 7 di Universitas Muhammadiyah Makassar.
“Pesma Dai ini memberikan nilai lebih bagi mahasiswa di luar kampus lewat beragam program-programnya, seperti pendidikan Al-Qur’an, kajian keislaman, dan kelas jurnalistiknya,” kata mahasiswa yang berusia 21 tahun itu.
Pesma Dai di-launching pada Senin (1/11/2021). Tokoh Sulawesi Selatan, Ustadz Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, mengapresiasi program tersebut. Dia menilai program itu merupakan gerakan dakwah yang inovatif dan perlu dikembangkan di banyak tempat.
Launching Pesma Dai ini turut dihadiri Imam Nawawi (Ketum PP Pemuda Hidayatullah), Ustadz Nasri Bohari (Ketua DPW Hidayatullah Sulsel), Ahmad Muzakki (Direktur Pesma Dai), dan Kadir (Ketua Laznas BMH Perwakilan Sulsel).
(jqf)