LANGIT7.ID, Kudus - PT Hartono Istana Teknologi Kudus, atau yang dikenal dengan produk Polytron telah memproduksi satu type motor listrik bernama Evo. Ini merupakan produk sepeda motor dalam negeri yang siap dipasarkan ke publik.
CEO PT Hartono Istana Teknologi Hariono menyampaikan, pihaknya akan memproduksi massal motor listrik. Polytron mulai merintis produksi motor listrik sejak 2018 karena melihat potensi market motor listrik cukup besar.
Apalagi, selamai ini pemerintah juga mendorong untuk perubahan, dari motor berbahan bakar BBM agar beralih menggunakan motor listrik.
“Saat ini yang kami pasarkan baru satu type. Kami akan kembangkan terus dan rencana tahun depan ada dua produk lagi yang kami launching,” kata Hariono, Rabu (3/11).
Baca juga:
Kenalan dengan Komunitas Pecinta Kendaraan Listrik Pertama di SulselBussines Development Polytron Christoper merinci, Evo memiliki spesifikasi power maksimal 3.000 watt dan memiliki kecepatan maksimum antara 60-70 Km/jam dengan baterai 1.740 WH.n.
Di samping itu, tidak ada perawatan khusus, karena tidak menggunakan oli, tidak perlu ganti oli dan tidak bermesin. Akan tetapi, motor listrik perlu pengecekan rutin seperti rem dan baut-bautnya.
“Sejauh ini masyarakat sangat antusias baik di Kota kudus maupun di Semarang. Polytron masih soft launching, mereka menanyakan. Saat melihat di jalan, mereka takjub karena motor kok tidak ada suaranya,” ungkap Christopher.
Selain minimnya perawatan, Christoper menyebut jika motor listrik ini lebih irit, jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar BBM. Karena biaya perawatan nyaris tidak ada sama sekali.
“Motor bensin maupun pertamax, dalam seminggu saya jalan sekitar 100 km harus saya beli 30 ribu seminggu. Dengan motor ini, biaya hanya Rp2.500-3.000/minggu,” ujarnya.
Baca juga:
Bangga! Motor Listrik Gesits Resmi Diekspor ke SenegalGubernur Jateng Ganjar Pranowo datang ke Kudus untuk meninjau proses pembuatan motor listrik tersebut. Selain melihat desain hingga proses pembuatan, orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga berkesempatan mencoba motor listrik tersebut.
“Ini keren, desain bagus. Buat motor kota-kota oke,” kata Ganjar.
Ia mengaku bangga karena ada satu karya lagi dari Jawa Tengah, yakni motor listrik buatan Polytron. Dan ternyata tidak hanya satu jenis, akan diproduksi lagi bebeberapa jenis. “Ini belum dilaunching. Sebentar lagi dilaunching,” ucapnya.
Menurut dia, bentuk produk motor listrik Polytron jauh lebih maju dan berkembang. Di seri motor yang lebih besar, yang belum diproduksi, desainnya menarik dan terlihat lebih gagah.
“Kita mesti siapkan untuk berpindah dari motor berbahan bakar fosil ke elektrik. Dan Jateng sudah memulai itu,” ujarnya.
Sayangnya belum disebutkan berapa harga motor listrik produksi Polytron ini.
(sof)