Langit7, Jakarta - Industri kreatif disebut sebagai salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan sekitar 8,2 juta pelaku usaha di tanah air bergelut di bidang usaha kreatif.
Dalam hal ini, usaha kreatif didominasi oleh subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Bahkan, ketiga subsektor tersebut juga memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Ekonomi Kreatif.
Baca juga: Prambanan UMKM Java Festival, Upaya Gairahkan Produk UMKMPlt Dirjen Industri Kreatif Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (IKMA Kemenperin), Reni Yanita menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan daya saing IKM untuk dapat menembus pasar global.
"Berbagai upaya dilakukan Kemenperin guna mendorong IKM menembus pasar ekspor. Antara lain melalui program
E-Smart IKM, dukungan teknologi melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan, pengembangan desain kemasan, melakukan pembinaan dan bimbingan teknis untuk mendorong IKM memahami prosedur melakukan ekspor," jelasnya beberapa waktu lalu dalam kegiatan Puncak Karya Kreatif Indonesia tahun 2021.
Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Pemerintah Beri Kemudahan Pelayanan dan InvestasiSelain itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan stakeholders terkait agar secara aktif dapat melakukan promosi perdagangan pada pameran berskala internasional.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi menjelaskan, setidaknya terdapat empat kunci utama yang dapat mendorong UMKM untuk menembus pasar global.
Pertama, UMKM perlu fokus pada pemenuhan aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi, memperhatikan keunggulan produk, dan mempersiapkan produk yang diminati oleh pasar, baik domestik maupun internasional. Kedua, memperkuat kelembagaan dan manajemen usaha.
Baca juga: Penuhi Kriteria Ini Agar Investasi Saham Sesuai SyariahKetiga, meningkatkan mindset dan kompetensi digital. Keempat, mempelajari prosedur ekspor, dapat dimulai dengan
onboarding pada platform
e-commerce maupun bekerjasama dengan
aggregator.
"Porsi UMKM di tanah air mencapai 99,9 persen terhadap total jumlah usaha, menyerap 97,05 persen tenaga kerja Indonesia, dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 61 persen. Untuk itu, BI senantiasa mendorong pengembangan 'New UMKM' sebagai kekuatan perekonomian nasional melalui program yang dilakukan secara
end-to-end, digital, dan berorientasi ekspor," tambahnya.
(zul)