Langit7, Jakarta - Pandemi Covid-19 merubah tatanan, pelayanan dan cara kerja di tengah masyarakat. Sehingga berbagai pihak dihadapkan dengan situasi di luar ekspektasi.
Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Ghazmahadi mengatakan, perkembangan teknologi juga menyebabkan disrupsi yang cukup siginifikan di tanah air.
"Belum lagi bonus demografi milenial yang cukup tinggi. Jika semua ini tidak dikelola dengan baik, maka produktivitas tidak bisa meningkat," katanya di Webinar Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Sektor Pemerintahan, Senin (8/11).
Baca juga: Slank Gagas Program Slankerpreuneur, Bantu Pengembangan UMKM FansMenurutnya, untuk menilai suatu bangsa yang maju, dinilai dari faktor produktivitas yang tinggi. Jika dilihat, Indonesia sendiri berada di urutan yang cukup rendah.
Baca juga: Berkah Pandemi, Santri ini Sukses Berbisnis KokedamaUntuk itu, diperlukan upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas rakyatnya. Sebab, instrumen pemerintah sangat penting agar peningkatan produktivitas bisa berjalan dengan baik.
"Saat ini pemerintah masih terus berupaya memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, termasuk kemudahan investasi," katanya.
Investasi menjadi faktor penting yang akan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja. Ia berharap, melalui hal itu dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat Asean.
(zul)