Langit7, Jakarta - Sekolah fesyen “La Salle College", Jakarta dan “Accademia di Moda KOEFIA", Roma menandatangani kesepakatan kerja sama penguatan kolaborasi pertukaran budaya, kreativitas dan kerajinan tangan, serta pendidikan fesyen.
Penandatanganan itu dilakukan oleh pendiri sekolah mode “La Salle College" Poppy Dharsono, Direktur Sekolah Mode KOEFIA Giovanni di Pasquale, serta Direktur Humas Sekolah Mode KOEFIA Bianca Lami.
Penguatan kolaborasi antara kedua sekolah mode itu dilakukan guna mempersiapkan generasi muda yang dapat menghasilkan produk kreatif berkualitas. Dengan harapan dapat berkiprah di dunia mode internasional masa depan.
Baca juga: Ingin Sukses Berbisnis? Pahami Konsep Ketetapan Rezeki dalam IslamApalagi, Italia memiliki kualitas kerajinan kulit yang tinggi. Hal itu menjadikan La Salle College juga berencana membuka jurusan baru divisi kerajinan dan industri kulit.
"Penguatan kerja sama dengan sekolah mode di Italia bertujuan untuk memberdayakan UMKM Indonesia, khususnya sub sektor fesyen. Juga mendukung pemberdayaan peran perempuan Indonesia, yang mana lebih dari 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan," ungkap Poppy di acara Coffee Morning at the Embassy, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Duta Besar RI, Esti Andayani menyebutkan, penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan industri kreatif tersebut sejalan dengan program Tahun Internasional Ekonomi Kreatif yang digagas Indonesia pada Sidang Umum PBB ke-74. Di mana tujuannya untuk mengembangkan industri ekonomi kreatif demi pembangunan berkelanjutan.
"Saya harap upaya diplomasi yang dilakukan KBRI Roma terus berkembang dan kami selalu siap untuk memfasilitasi para pemangku kepentingan dalam berbagai kerja sama dan kolaborasi antara masyarakat kedua negara," tambahnya.
Baca juga: Ini Kunci Mengembangkan Bisnis Menurut IslamDalam acara Coffee Morning tersebut, dimeriahkan dengan peragaan busana batik rancangan bersama antara Poppy Dharsono dan KOEFIA Italia. Ragam batik yang ditampilkan yakni sarung batik motif parang, overcoat batik lasem, kebaya modern batik sutera Pekalongan, batik Kebumen dan batik Cirebon.
Selain itu, diselenggarakan pula pameran mini produk ekonomi kreatif Indonesia, seperti sepatu, tas dan produk makanan khas Indonesia.
(zul)