Langit7, Jakarta - Islam menyebutkan bahwa rezeki telah ditentukan oleh ketetapannya oleh Yang Maha Pemberi Rezeki. Namun, terkadang hal itu malah dijadikan sebuah alasan bagi segelintir orang untuk bermalas-malasan, terutama dalam bekerja.
Lalu bagaimana sih sebenarnya konsep ketetapan terkait rezeki yang sudah ditentukan dalam Islam?
Ustadz Ali Hasan Bawazier mengatakan, hal tersebut seringkali menjadi masalah dalam diri ummat Islam. Bahkan, seakan terjadi kelunturan iman dalam diri seorang muslim.
Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Pemerintah Beri Kemudahan Pelayanan dan InvestasiSebab, kata dia, hal itu yang menyebabkan seorang pengusaha untuk pelit ilmu kepada orang lain. Pasalnya, mereka takut bahwa rezekinya akan diambil oleh orang ketika membagikan ilmu bisnis.
"Padahal, dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa satu jiwa tidak akan mati kecuali telah sempurna ajal dan rezekinya," kata dia di poscast Jakarta Mengaji.
Untuk itu, Ali berpesan agar ummat selalu sabar dalam mengais rezeki atau pun nafkah. Ia juga mengatakan agar mencari rezeki dengan cara yang baik.
Selain itu, ia menambahkan, ketidaksabaran ummat hanya akan membawa kepada jalan maksiat. Jika sudah seperti ini, lanjut dia, rahmat Allah tidak akan bisa didapatkan.
"Rezeki itu berjalan seimbang, ketika merasa bimbang dan ragu tentang rezeki Allah yang dirasa sulit didapatkan, maka coba kita lihat bahwa masih diberi kesempatan hidup. Jadi carilah rezeki dengan cara yang baik, niat yang benar dan bersungguh-sungguh," tambahnya.
Baca juga: Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik melalui SPKLU, PLN Raih Penghargaan GridOto Awards 2021Menurutnya, lambatnya rezeki bisa disebabkan oleh adanya kesalahan dan dosa yang masih mengganjal dalam diri seorang muslim. Untuk itu, Allah selalu mengingatkan hal tersebut melalui ujian dan musibah.
"Seperti hadits dari Jabir bin Abdillah, Nabi SAW bersabda (yang artinya) 'Anak Adam itu lari dari rezekinya seperti dia lari dari kematiannya, dia akan dijemput oleh rezekinya sebagaimana dia dijemput oleh ajalnya," jelas Ali.
(zul)