LANGIT7.ID, Jakarta - Upaya pencegahan lonjakan kasus
Covid-19 yakni dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan menggunakan sabun (3M). Bukan dengan melakukan tes RT-PCR bagi pelaku perjalanan.
Hal demikian disampaikan Epidemiolog sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane. Menurutnya, penerapan tes PCR untuk pelaku perjalanan juga tidak efektif apabila dilakukan untuk wilayah kabupaten-kota yang akses pada laboratoriumnya terbatas.
Baca Juga: Pemerintah Tindak Tegas RS dan Lab yang Nakal Tarif Tes PCR"Untuk perjalanan domestik, yang harus dilakukan itu pencegahan untuk terjadinya transmisi. Bagaimana caranya, ya 3M," kata Masdaline di Jakarta, Selasa (9/11/2021).
Dia menerangkan, beberapa wilayah kabupaten atau kota di Indonesia baru bisa mendapatkan
hasil tes PCR selama dua hari. Hal tersebut dinilai tidak efektif karena orang yang mendapatkan hasil tes memiliki waktu dua hari yang memungkinkan terjadi transmisi atau infeksi virus dari aktivitas sosialnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM untuk wilayah Jawa-Bali
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kebijakan syarat
tes RT-PCR untuk pelaku perjalanan domestik kembali dikaji. Kebijakan itu disebut untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat pada libur Natal dan tahun baru.
Baca Juga: Kebijakan Perjalanan Wajib PCR, Fraksi PKS: Tambah Beban RakyatDia juga menerangkan, hasil negatif tes PCR bukan berarti memperbolehkan kapasitas transportasi umum menjadi 100 persen. Untuk itu, dinilai melanggar protokol kesehatan yakni menjaga jarak fisik.
Masdalina juga mendukung terus diturunkannya harga tes PCR hingga di bawah Rp100.000 seperti yang diterapkan di negara India. "Kalau ternyata dengan tes PCR bisa diturunkan jauh sekali dibandingkan dari harga awal, kita dukung juga, kalau bisa didorong lagi sama seperti India kurang dari Rp100 ribu," katanya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Luhut-Menkes Terbang ke Amerika, Bahas Investasi Obat Covid-19 di Indonesia
Hari Ini Indonesia Izinkan Wisman 19 Negara Masuk Bali dan Kepri(asf)