Pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia tidak bisa melaksanakan ibadah haji. Namun umat Islam masih dapat menyaksikan puncak ritual ibadah haji, yakni wukuf arafah secara virtual untuk memperkuat iman sekaligus mengobati kerinduan kepada tanah suci.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Arab Saudi bersama Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah menyediakan platform khusus "Manarat Al-Haramain" untuk mengakses aktivitas ibadah di tanah suci.
Pada Senin, 19 Juli bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1442 H, situs ini akan menyiarkan khutbah arafah dari Masjid Namira secara langsung. Masyarakat Indonesia bisa menyaksikannya pada sore hari ini.
Siaran ini juga menyediakan terjemahan khutbah Hari Arafah dalam sepuluh bahasa. Pengguna dapat mengakses website
manaratalharamain.gov.sa untuk mendengarkan khutbah yang akan disampaikan oleh Syekh Dr Bandar bin Abdulaziz Balila.
Khutbah akan dimulai pada pukul 12.30 waktu Mekah atau 16.30 WIB sore hari ini. Berikut langkah-langkah mendengarkan Khutbah:
1. Masuk ke
Link ini sebelum khutbah dimulai.
2. Pilih bahasa anda
3. Silahkan mendengarkan khutbah Arafah
Kata wukuf berasal dari kata Arab "wuquf" dengan akar kata waqafa berarti berhenti, yang dengan pesan moralnya mengajarkan manusia untuk sejenak meninggalkan aktivitas dunianya selama beberapa jam, yakni berhenti dari kegiatan apapun agar bisa melakukan perenungan jati diri.
Sedangkan kata "arafah" berarti naik-mengenali. Dari makna bahasa ini dapat diperoleh suatu hikmah, bahwa Wukuf di Padang Arafah, pada hakikatnya, adalah suatu usaha di mana secara fisik, tubuh jemaah haji berhenti di Padang Arafah, lalu jiwa-spiritual mereka naik menemui Allah.
(bal)