Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita
Permintaah Sektor UMKM Turun

Pemerintah Dinilai Kurang Tegas Atasi Pandemi Covid-19

mahmuda attar hussein Jum'at, 26 November 2021 - 16:51 WIB
Pemerintah Dinilai Kurang Tegas Atasi Pandemi Covid-19
Usaha mikro. Foto: langit7/istock
Langit7, Jakarta - Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor yang ada, terutama kesehatan dan ekonomi. Untuk itu, pemerintah selama ini berfokus dalam mengatasi permasalahan kedua sektor tersebut.

Walaupun begitu, tapi kenyataanya anggaran untuk urusan infrastruktur masih jauh lebih tinggi ketimbang sektor kesehatan.

Baca juga: Pondok Pesantren di Sukabumi Ini Bisa Jadi Laboratorium Kewirausahaan

Dosen Paramadina Graduate School of Diplomacy, sekaligus Managing Director Paramadina Public Policy Institute, Ahmad Khoirul Umam mengungkapkan, anggaran infrastruktur 2021 sejumlah Rp441 triliun dan sektor kesehatan hanya Rp169 triliun.

"Jelas terjadi inkonsistensi komitmen dengan implementasi kebijakan anggaran antar sektor," tegasnya dalam Diskusi “Pandemi dan Kebijakan Pemerintah: Evaluasi 2021” pada Rabu malam (24/11).

Baca juga: Jalankan Bisnis dari Hobi Ikan Koi, Dapat Untung dan Kepuasan

Selain itu, lonjakan kasus yang signifikan pada periode Juli-Agustus 2021 juga menunjukkan adanya perbedaan persepsi masyarakat terhadap Covid-19 dengan visi yang disampaikan pemerintah. Hal itu didapatkan melalui riset di 12 kota di seluruh provinsi Pulau Jawa.

Umam menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena dua hal, yakni lemahnya literasi masyarakat, atau lemahnya komunikasi kebijakan publik pemerintah. Artinya, sejumlah kebijakan terkesan membuat masyarakat bingung dan tidak terjelaskan dengan baik.

"Sikap denial pemerintah sejak merebaknya Covid-19 berimplikasi cukup serius terhadap strategi penanganan wabah. Sehingga menimbulkan kebingungan di tengah karena beberapa kebijakan yang bertentangan satu dan lain hal," tegasnya.

Baca juga: Wakaf, Alternatif Masyarakat Terhindar dari Utang

Selain itu, ia juga menyebutkan, terjadinya penurunan sisi permintaan secara drastis di sektor UMKM. Hal itu terjadi akibat melemahnya daya beli masyarakat.

"Implikasinya juga terjadi pada supply chain pasokan barang dan juga sumber modal usaha. Juga perlu dilakukan pendampingan masif terkait teknologi digital marketing, dan hal teknis seperti packaging, kualitas produk dan lainnya," tambahnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan