LANGIT7.ID, Jakarta - Sebuah konferensi internasional yang diadakan di King Abdulaziz Center for World Culture di Arab Saudi membahas bagaimana 3,6 juta masjid di dunia melayani ibadah umat Islam. Setiap masjid menyelenggarakan sekitar 500 shalat seiring meningkatnya populasi Muslim.
Agenda yang berlangsung selama dua hari (24-25 November) tersebut membahas evolusi sejarah, makna dan fungsi masjid. Menurut pusat-pusat keislaman yang berbeda, jumlah masjid baru yang dibangun di berbagai negara tidak seimbang dengan jumlah populasi Muslim yang meningkat di dunia.
Pew Research Center mencatat, jumlah Muslim di seluruh dunia akan tumbuh menjadi 2,76 miliar, atau 29,7 persen dari populasi dunia pada tahun 2050. Karenanya, keberadaan masjid akan sangat dibutuhkan di masa depan.
Baca Juga: Dirjen PHU: Asrama Haji Pondok Gede Layak Jadi Tempat Karantina Jemaah UmrahDilansir TRT World, Ahad (28/11/2021) salah satu negara yang membutuhkan sejumlah besar masjid baru adalah Prancis, di mana hanya ada 2.300 masjid yang melayani lebih dari tujuh juta Muslim.
Sementara, jumlah masjid di Amerika Serikat meningkat 31 persen menjadi 2.769 antara tahun 2010 dan 2020, didorong oleh pertumbuhan populasi Muslim yang stabil, kata sebuah studi yang dirilis Juni lalu, Meningkat 31 persen dari hitungan 2010 sebesar 2.106.
Baca Juga: Suspend Dicabut, Kemenag Bahas Teknis Penyelenggaraan Umrah“Tidak diragukan lagi, kekuatan pendorong utama untuk peningkatan masjid adalah perluasan populasi Muslim di Amerika karena imigrasi dan tingkat kelahiran," kata laporan itu, "Masjid Amerika 2020: Tumbuh dan Berkembang," yang dirilis Rabu.
Sponsor utama survei ini termasuk Islamic Society of North America (ISNA), Center on Muslim Philanthropy, Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) dan Association of Statisticians of American Religious Bodies (ASARB).
Baca Juga: Bamsoet Dorong Kenaikan Uang Lauk Pauk Prajurit TNI(zhd)