Masyarakat Serang Baru Pelihara Tradisi Maghrib Mengaji
fajar adhityaSenin, 29 November 2021 - 16:44 WIB
Seorang Ibu Muslim Melayu Ajarkan Anaknya Membaca Al Quran. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat muslim di Serang Baru, Bekasi, Jawa Barat masih memelihara tradisi Maghrib Mengaji. Pendidikan agama kepada anak-anak ini didukung pembinaan penyuluh keagamaan non-PNS Kementerian Agama.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Serang Baru, Agus Sujadi menyampaikan, dalam rangka menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat, KUA Serang Baru mempunyai para Penyuluh non-PNS yang telah ditempatkan di masing-masing desa.
"Para Penyuluh non-PNS ini sangat aktif dalam melakukan pembinaan majelis taklim, pengajian anak-anak, dan kegiatan keagamaan lainnya. Tradisi magrib mengaji ini juga masih terjaga dengan baik," tutur Agus dikutip Senin (29/11/2021).
Agus mencontohkan, saat peringatan Hari Santri Nasional lalu, kegiatan yang diadakan oleh Penyuluh non PNS sangat meriah yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Serang Baru dengan melibatkan para santri dari berbagai lembaga pendidikan agama.
"Untuk di Kecamatan Serang Baru memang tidak ada pondok pesantren yang besar, tapi kegiatan pengajian dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak semuanya sangat aktif," ujarnya.
Agus menambahkan, warga Kecamatan Serang Baru masih melestarikan budaya dan tradisi lokal meski sudah banyak para pendatang di wilayah tersebut karena termasuk dalam kawasan industri.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”