Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita
Profil Profesor

Prof Al Makin, Santri Kampung Jadi Rektor Muda UIN Sunan Kalijaga

Muhajirin Selasa, 23 November 2021 - 13:18 WIB
Prof Al Makin, Santri Kampung Jadi Rektor Muda UIN Sunan Kalijaga
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Al Makin (foto: uin-malang.ac.id)
LANGIT7.ID - Prof Al Makin dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2020-2024 pada 10 Juli 2020 lalu. Namun siapa sangka, jika beliau merupakan seorang guru besar filsafat yang berlatar belakang santri kampung. Prof Al Makin berasal dari dusun Bendo, Kapas, Bojonegoro.

Pria kelahiran 12 September 1972 itu merupakan putra seorang kiai langgar di Bojonegoro, KH Rohani. Tak heran bila sejak kecil beliau sudah belajar ilmu-ilmu agama di bawah bimbingan sang ayah. Di rumah Al Makin, selepas maghrib ada tradisi mengaji.

Tak hanya Al Makin bersaudara, banyak santri yang datang untuk mengaji kepada KH Rohani. Tidak hanya dari desa yang sama, tapi datang dari daerah yang jauh. KH Rohani memiliki ratusan santri. Pesantren kecil di rumah itu dinamai Pesantren Al-hikmah.

Baca Juga: Perjalanan Kak Seto Jadi Profesor, Mimpi Sejak Tahun 1993

Selain ayah, sang ibu juga memiliki aktivitas lain. Ia membina santri perempuan dengan membentuk grup qasidah modern Al Hikmah. Sang ibu memang seorang aktivis Muslimat Bojonegoro. Semua aktivitas itu membuat kehidupan Al Makin sangat dekat dengan ilmu-ilmu agama.

Saat menginjak usia remaja, Al Makin dikirim ke Pondok Pesantren Adnan Al-Charish, bagian dari Pesantren Abu Dzarrin, Kendal, Bojonegoro, Jawa Timur. Di pondok ini beliau belajar tata bahasa Arab seperti I’lal, jurumiyah, imriti, dan kitab Tafsir Jalalain. Dia juga belajar banyak kitab klasik lain.

Usai menyelesaikan pendidikan di pesantren, ia melanjutkan studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengambil jurusan tafsir dan hadits. Pada saat itu, ia juga sambil belajar bahasa Inggris dan kerap membaca buku-buku bahasa Inggris dengan harapan bisa ke luar negeri.

Pada 1995, setelah lulus, cita-cita Al Makin pun tercapai. Ia bisa melanjutkan pendidikan S2 ke McGill University Canada. Di sana dia meneruskan bidang tafsir dengan tesis tentang Sayyid Quthb, seorang ulama asal Mesir.

Sementara S3 ia tempuh di Universitas Heidelberg, Jerman dan menulis disertasi tentang kemunculan Islam dan situasi Jazirah Arab abad tujuh Masehi. Selain belajar, Al Makin juga bekerja sebagai peneliti dan dosen tamu di Jerman, Singapura, Australia, dan Amerika. Beliau telah banyak berjumpa dengan para ilmuwan dari berbagai negara di dunia.

Karir Al Makin di dunia akademik kian menanjak saat dikukuhkan menjadi guru besar filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2018 dengan pidato berjudul “Bisakah Menjadi Ilmuwan di Indonesia? keilmuan-Birokrasi dan Globalisasi”. Hingga pada 10 Juli 2020, beliau pun diangkat menjadi Rektor UIN Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Hebat, Para Ulama Ini Tak Hanya Kiai tapi juga Profesor

Kehidupan Masa Kecil Al Makin


Adik Al Makin, Anis Hidayah, mengaku sangat bangga melihat pencapaian sang kakak. Kebanggan itu ia curahkan melalui tulisan singkat di akun facebook miliknya yang diunggah pada 30 Juli 2020. Tulisan yang menceritakan kehidupan Al Makin itu berjudul “Dulu Angon Wedus sekarang Kampus”.

Al Makin memiliki dua saudara yakni Ilham dan Anis. Masing-masing terpaut tahun. Mereka menghabiskan waktu layaknya saudara pada umumnya, bermain hingga sekolah bersama di Madrasah Ibtidaiyah Gaya Baru Sidorejo.

Keluarga kecil ini tinggal di dusun Bendo, Kapas, Bojonegoro. Kehidupan sekolah mereka sangat mengasyikkan. Kadang naik sepeda onthel, nebeng motor sang ayah saat berangkat mengajar, kadang pula jalan kaki melewati persawahan dan pemakaman untuk menyingkat jalan. Saat hujan, sepatu ditenteng karena jalan berlumpur.

Al Makin dan saudaranya kerap dibekali Rp50 rupiah sebagai uang jajan. Namun, kerap uang tersebut mereka tabung untuk untuk membeli buah Juwet yang selalu hadir di depan sekolah. Buah manis itu selalu menggoda dan menarik perhatian.

Al Makin dan Ilham kerap mengajak Anis main ke sungai atau sawah yang memliki jarak lumayan jauh dari rumah. Ia sering keluar rumah diam-diam saat kedua orang tua mereka tidur siang setelah pulang mengajar.

“Bapak dan bune adalah guru Madrasah. Kami selalu disuruh tidur siang seusai sekolah. Namun jika bapak dan bune sudah tidur, kami melorot satu per satu dari kasur dan lari ke sawah dan sungai di bawah pimpinan Maskin,” tutur Anis mengenang.

Selain itu, masa kecil Al Makin juga sering dihabiskan dengan main layangan, bikin petasan, nyari ikan, burung, belalang, dan bakar singkong. Terkadang juga menggembala kambing (angon wedus). Sore hari harus pulang, jika tidak, Al Makin akan menanggung semua akibat sebagai anak tertua.

Tradisi Membaca di Keluarga Al Makin

Sejak kecil, Al Makin dan saudara-saudaranya dididik untuk rajin membaca buku. Sang ayah selalu membelikan buku-buku. Lebih banyak buku cerita, sebagaimana kesukaan anak-anak seperti Sinbad si Pelaut, Aladin dengan Lampu Ajaibnya, dan lainnya.

“Bapak juga punya banyak koleksi buku kitab kuning. Bapak dulu santri di pesantren di Madiun. Bapak adalah tokoh NU yang terpaksa menjadi AMPI (organisasi sayap golkar) karena PNS zaman Orba. Sementara kakek kami tokoh Masyumi,” tulis Anis di akun facebook-nya.

Selain kitab kuning, sang ayah memiliki banyak koleksi buku-buku beragam tema. Buku itu yang memperkaya keilmuan Al-Makin, seperti pengenalan tentang tokoh Agus Salim, Natsir, dan tokoh kemerdekaan lainnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)