LANGIT7.ID, Jombang - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz berpesan kepada mahasiswa dan mahasiswi Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) agar melanjutkan sanad keilmuan yang telah diwariskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.
Kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini menyebut keberadaan Unhasy tidak terlepas dari Tebuireng yang didirikan KH Hasyim Asy’ari. Kampus tersebut merupakan salah satu bentuk jalan dakwah nahdliyin di ranah pendidikan tinggi. Sejak didirikannya pertama kali Tebuireng pada 1899, fokus pelajaran lebih dikhususkan pada pelajaran agama yang hingga sekarang sudah banyak perkembangan dan perubahan.
“Khususnya Unhasy yang mengalami perubahan yang signifikan dan salah satu yang berada di bawah naungan Tebuireng. Dan kepada Prof. Dr. Haris Supratno selaku Rektor Unhasy semoga ke depannya lebih baik,” kata Gus Kikin saat menyampaikan sambutan dalam Orasi Kebangsaan Obrolan Realita Aktual dan Spiritual Inspiratif di kampus Unhasy, Sabtu (27/11/2021) lalu.
Baca Juga: Gus Kikin: Ulama Tawadhu, Pengusaha dan Pemilik Stasiun Televisi
Gus Kikin meminta mahasiswa dan mahasiswi Unhasy memahami warisan KH Hasyim Asy’ari. Warisan pencetus Resolusi Jihad itu tak ternilai secara materi. Ia menyebut hal itu sebagai ruh Tebuireng yang harus dipahami setiap mahasiswa.
“Banyak hal yang ditinggalkan oleh KH Hasyim Asy’ari. Beliau mewariskan keilmuan yang sanadnya nyambung kepada Rasulullah SAW. beliau sangat menekankan pentingnya sanad, pentingnya memahami keilmuan yang diajarkan,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dan Menteri BUMN, Erick Thohir. Keduanya kompak mengenakan seragam serba hitam turut memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Secara khusus, Gus Kikin meminta para mahasiswa menjadikan Gus Miftah dan Erick Thohir sebagai sosok teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut Erick Thohir sebagai pejabat yang telah berjasa mengembangkan BUMN sebagai aset negara.
Sementara, Gus Mifta merupakan keluarga Tebuireng. Ia memilih keterikatan dengan KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Nyai Nafiqah. “Banyak harapan-harapan kita kepada panjenengan dari mahasiswa atau mahasiswi dan santri,” ucap Gus Kikin.
(jqf)