Langit7, Bogor - Tempe hampir selalu menjadi lauk pendamping seluruh masyarakat Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, tempe juga menjadi salah satu sumber makanan berprotein.
Ketua Forum Tempe Indonesia, Made Astawan mengatakan, setidaknya 70 persen rumah tangga Indonesia menjadikan tempe sebagai bahan makanan olahan mereka.
Baca juga: Prospek Bisnis Menjanjikan dari Biji KopiSeperti diketahui, sumber kedelai sebagai bahan baku tempe sendiri 83 persen didapatkan melalui impor, yakni sebanyak 2,5 juta ton per tahun. Sementara lokal hanya mampu memenuhi sebanyak 0,5 juta ton per tahun, atau 17 persen dari total kebutuhan.
"Angka tersebut merupakan sumber kedelai dalam bentuk biji, yang mana digunakan 95 persen untuk kebutuhan pangan. Dalam hal ini 71 persen digunakan untuk bahan pengolahan tempe," jelasnya di Webinar Kupas Tuntas Aneka Tempe Khas Indonesia, Senin (29/11).
Baca juga: Bubah Alfian dan Rory Asyari Bikin Bisnis Bareng Makanan SehatDosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB itu menjelaskan, bahan baku tempe yang sebagian besar didapatkan melalui impor itu dikarenakan tanaman kedelai yang hanya bisa tumbuh optimal di kawasan sub tropis.
Walaupun begitu, tempe telah sejak lama menjadi bagian dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk kesehatan atau pun ekonomi.
Setidaknya, tempe menjadi sumber protein bagi penduduk Indonesia yang berjumlah 272 juta orang. Sementara jumlah produsennya sekitar 160 ribu unit UMKM.
"Dengan keterlibatan tenaga kerja 3-4 orang per unit. Keuntungan bersih per hari yang bisa didapatkan yakni sekitar Rp100-400 ribu per unit UMKM," jelasnya.
Baca juga: Opop Expo 2021 Dibuka, Produk Santri Penuhi Mall GresikSementara nilai tambah industrinya berdasarkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada 2012 yakni mencapai Rp37 triliun per tahun. Dengan demikian usaha tempe memiliki peranan signifikan dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.
"Potensi pasar tempe saat ini tidak hanya pada skala nasional, tapi juga pada tingkat regional dan global. Saat ini tempe sudah populer dan menarik perhatian di lebih dari 27 negara di dunia," jelasnya.
Ia menambahkan, tempe juga berpeluang dalam pengembangan wisata kuliner halal. Menurutnya pangan berbasis kedelai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai pangan halal dibandingkan hewani.
(zul)