Langit7, Jakarta - Kopi tidak lagi menjadi sebuah minuman yang identik dengan orang tua. Lebih dari itu, minuman berkafein ini kini telah dijadikan sebagai gaya hidup oleh banyak kalangan.
Hal itu menjadikan prospek bisnis dari kopi yang terus meningkat setiap waktunya. Terbukti saat ini banyaknya kedai kopi yang kian menjamur di beberapa tempat.
Baca juga: Bubah Alfian dan Rory Asyari Bikin Bisnis Bareng Makanan SehatSelain itu, data gabungan eksportir kopi Indonesia juga mencatat ekspor kopi secara nasional sepanjang Januari-Juli 2021 mencapai 294.243 ton atau naik 2,63 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Prospek bisnis yang menjanjikan itu pula yang menjadikan Keny Handriyanto beralih menjadi pengusaha kopi. Sebelumnya, beragam jenis usaha ia lakoni tapi ternyata mengalami banyak kendala.
Pemilik Kedai Ramah Jiwa, Kota Malang itu mengaku memulai usaha perkopiannya sejak 2017 lalu. Seperti kebanyakan orang, Keny memilih menjalani usaha kopi karena memang memiliki tren yang cukup diminati oleh banyak kalangan.
"Saya fokus pada
roastery kopi, karena saya lihat kafe yang ada sudah menjamur dan pasti mereka membutuhkan biji kopi," katanya dikutip dari kanal YouTube PecahTelur.
Baca juga: Pasutri Ini Sukses Kelola Peternakan Tiga Ribu Ekor KambingDi kedai pengolahan biji kopinya itu, Keny menggunakan jenis kopi arjuno Malang yang ia hadirkan sebagai terobosan. Pasalnya, kata dia, jenis kopi dampit telah cukup banyak dan sering menjadi bahan yang digunakan di banyak kafe di Malang.
"Prinsipnya adalah memuliakan tetangga. Jadi kami fokus diminum saja, untuk makanan silakan belilah yang ada di tetangga kami. Itu yang senang banyak banget, mereka juga berterima kasih," ujarnya.
Kini usaha perkopiannya telah berkembang pesat. Di mana kedai kopinya kini juga telah merambah kepada sektor
family resto.
Baca juga: Raup Omzet Hingga Rp150 Juta dari Usaha Peternakan DombaBerkat kegigihannya itu, Keny bahkan dipercaya untuk menjadi mentor terkait barista di beberapa kafe yang ada di Kota Malang.
"Saya fokus memberi pengajaran kepada anak-anak. Dari situ anak didik ini akhirnya terbuka pikirannya untuk menjadi pengusaha. Saya punya prinsip ilmu itu akan saya bagi-bagi, tanpa ada komersialnya," tambahnya.
(zul)