LANGIT7.ID - , Jakarta - Kebanyakaan orang tak perlu repot menyiapkan perlengkapan liburan. Namun hal tersebut berbeda halnya dengan orang yang hidup dengan HIV.
Orang dengan HIV tidak bisa sembarangan untuk melakukan perjalanan. Jika perjalanan domestik kemungkinan masih mudah persiapannya, tapi jika perjalanan internasional tentu akan berbeda lagi.
Akan lebih banyak hal yang perlu disiapkan. Berbeda dengan orang kebanyakan, walaupun orang dengan HIV tetap bisa bepergian ke luar negeri, ada persiapan khusus saat akan melakukan perjalanan.
Baca juga: Tips Travelling di Musim Hujan, Jangan Lupa Bawa Obat-ObatanBerikut 8 persiapan bagi orang dengan HIV saat ingin traveling ke luar negeri, seperti dilansir dari Healthline, Rabu (1/12/2021).
1. Siapkan waktu ekstra sebelum berangkatSaat bepergian dengan HIV, mungkin dibutuhkan perencanaan dan persiapan ekstra. Karena itu, cobalah pesan perjalanan beberapa bulan sebelumnya.
Ini akan memberikan banyak waktu untuk bertemu dengan penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu, mendapatkan obat-obatan dan kemungkinan vaksin tambahan, mengkonfirmasi asuransi dan mengemas dengan tepat untuk tujuan perjalanan.
2. Pastikan tidak ada batasan di negara yang akan dikunjungi.Sebelum merencanakan ingin bepergian ke suatu negara, alangkah baiknya untuk melakukan riset terlebih dahulu. Apakah negara tersebut memiliki aturan pembatasan kunjungan untuk orang dengan HIV?
Walaupun ini bentuk dari diskriminasi, tetapi ada beberapa negara yang memberlakukan hal tersebut. Para advokat di seluruh dunia bekerja untuk mengurangi dan menghilangkan pembatasan perjalanan dan mereka telah membuat kemajuan.
Pada tahun 2018, sebanyak 143 negara tidak memiliki pembatasan perjalanan bagi mereka yang hidup dengan HIV. Beberapa negara diantaranya adalah Taiwan dan Korea telah menghapus semua pembatasan yang ada, Singapura melonggarkan undang-undangnya dan mengizinkan tinggal dalam jangka pendek. Selain itu, Kanada juga mempermudah orang yang hidup dengan HIV untuk mendapatkan izin tinggal.
Pencarian informasi bisa melalui online, atau juga melalui kantor kedutaan dan konsulat yang ada.
3. Konsultasi dengan dokter atau tenaga medisBicaralah dengan penyedia layanan kesehatan setidaknya sebulan sebelum perjalanan. Mereka dapat mendiskusikan status kesehatan dan kondisi terkini yang dapat memengaruhi rencana perjalanan.
Tenaga medis juga dapat meminta melakukan tes darah untuk melihat seberapa baik sistem kekebalan tubuh berfungsi.
Saat bertemu dengan dokter, yang harus dilakukan adalah mendapatkan informasi tentang vaksin atau obat-obatan sebelum perjalanan. Mintalah resep untuk obat yang dibutuhkan selama perjalanan. Jangan lupa untuk meminta salinan resep agar bisa digunakan saat di perjalanan.
Untuk mengantisipasi pemeriksaan, mintalah surat dari dokter yang menjelaskan obat-obatan yang akan dikemas dan digunakan selama perjalanan. Bicarakan masalah medis apa pun yang mungkin terjadi saat bepergian dan diskusikan dengan klinik kesehatan di tempat tujuan yang bisa membantu perawatan medis jika dibutuhkan.
4. Dapatkan vaksin booster Bepergian ke negara tertentu memerlukan vaksin baru atau vaksin booster. Penyedia layanan kesehatan kemungkinan akan meninjau kesehatan Anda sebelum merekomendasikan atau memberikan vaksinasi tertentu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyatakan bahwa pengidap HIV tanpa penekanan kekebalan yang parah harus divaksinasi seperti wisatawan lainnya. Orang dengan HIV mungkin memerlukan vaksin tambahan untuk kondisi seperti campak jika kekebalan mereka telah berkurang.
5. Mengemas obat-obatan yang diperlukanPastikan Anda memiliki semua obat yang perlu dibawa dalam perjalanan sebelum keberangkatan. Bawa juga dosis ekstra untuk mengantisipasi penundaan saat bepergian.
Obat harus ditandai dengan jelas dan dalam kemasan aslinya. Pastikan untuk meninjau cara terbaik menyimpan obat. Pertimbangkan apakah mereka perlu disimpan pada suhu tertentu atau disembunyikan dari cahaya jika sensitif terhadap cahaya.
Jangan lupa juga untuk membawa salinan surat dari dokter langganan sebelum berangkat. Anda dapat menggunakan ini jika petugas bea cukai memintanya atau jika diperlukan mencari perawatan medis atau mengganti obat saat bepergian.
Surat ini harus menyertakan informasi kontak penyedia layanan kesehatan Anda dan obat-obatan yang Anda minum.
6. Pastikan obat dekat atau di tempat terjangkauLetakkan obat-obatan dalam tas jinjing saat bepergian. Jika Anda berencana untuk bepergian melalui bandara udara, membawa obat-obatan cair lebih dari 100 mililiter (ml) akan memerlukan persetujuan dari maskapai penerbangan atau bandara.
Untuk itu coba tanyakan terlebih dahulu, dan jika diharuskan membawa lebih dari 100 ml, lakukan cara seperti pembagian tempat agar tetap bisa dibawa ke luar negeri.
7. Cek asuransi sebelum bepergianPastikan paket asuransi Anda aktif dan akan mencakup semua kebutuhan medis saat bepergian. Beli asuransi perjalanan tambahan jika membutuhkan perlindungan tambahan saat berada di negara lain. Pastikan juga membawa kartu asuransi dalam perjalanan jika Anda perlu mencari perawatan medis saat jauh dari negeri sendiri.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Menginap Bagi Traveller Muslim di Tokyo8. Melihat tempat tujuan.Sesuaikan barang yang perlu dibawa dan antisipasi untuk kesehatan Anda dengan melihat tempat tujuan sebelumnya. Untuk perjalanan ke negara dengan serangga pembawa penyakit, bungkus obat nyamuk dan losion anti nyamuk dan pakaian yang menutupi kulit.
Anda mungkin juga ingin mengemas handuk atau selimut untuk digunakan di taman dan di pantai dan memakai sepatu untuk mencegah kontak dengan kotoran hewan.
Gunakan jaket yang tebal, kaos kaki dan penutup kepala saat akan bepergian ke tempat dengan suhu yang dingin.
(est)