LANGIT7.ID, Padang - Anak yatim dan dhuafa di di Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) kini bernafas lega. Mereka tak perlu memikirkan lagi biaya pendidikan. Pasalnya, Yayasan Arisal Aziz sedang membangun Pesantren Tahfidz di daerah itu khusus anak yatim dan dhuafa.
Pesantren yang dilengkapi Balai Latihan Kerja (BLK) itu sepenuhnya gratis. Para santri bisa fokus menghafal Al-Qur’an dan memperdalam ilmu tanpa perlu pusing dengan biaya pendidikan selama mondok. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai. Hingga kini, pengerjaan gedung sudah mencapai 20 persen.
Ketua Yayasan Arisal Aziz, Dedi Salim, menjelaskan, lantai bawah gedung yang memiliki luas 24 meter x 22 meter itu akan digunakan sebagai pusat pelatihan BLK, baik dalam bidang mesin maupun komputer. Lantai dua akan digunakan sebagai pondok tahfidz serta kegiatan-kegiatan keagamaan lain.
“Jadi ada BLK mini. Kami datangkan gurunya baik dalam teknologi informasi, mesin, serta hafalan Al-Qur’an,” kata Dedi melalui keterangan tertulis, dikutip Antara, Selasa (30/11/2021). Yayasan tersebut telah mempersiapkan tim pengajar dari Yaman dan Mesir untuk membimbing para santri menghafal Al-Qur’an.
Lokasi pembangunan pesantren tersebut di depan Masjid Raya Ismael dekat Pasar Kampung Dalam. Arsitektur bangunan pesantren itu hampir sama dengan Masjid Raya Ismael. Dedi memperkirakan pembangunan pondok pesantren akan selesai 7-12 bulan ke depan.
Dia berharap pesantren segera beroperasi sehingga anak yatim dan dhuafa bisa cepat belajar menghafal Al-Qur’an serta belajar keahlian khusus. Sarana pendidikan pertama yang pertama didirikan yayasan Arisal Aziz di Sumbar itu akan menjadi cikal-bakal pendirian SMP dan SMA Islam Terpadu yayasan tersebut.
Untuk SMP dan SMA Islam Terpadu Yayasan Arisal Aziz rencananya akan dibangun di belakang bangunan pesantren tahfidz. Sekolah itu juga gratis untuk anak yatim dan dhuafa.
Dedi menjelaskan, Yayasan Arisal Aziz beberapa tahun terakhir memang fokus menyantuni anak yatim di Padang Pariaman. Selain itu, yayasan itu juga menyalurkan zakat kepada kaum duafa dan guru mengaji. Ada pula pembangunan yayasan serta ikut membantu penanganan Covid-19.
(jqf)