LANGIT7.ID - , Jakarta - Temuan varin baru COVID-19, Omicron, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat cemas negara-negara di dunia. Salah satu kecemasan yang dirasakan adalah perhatian terhadap efektivitas vaksinasi untuk mengontrol infeksi dari varian baru ini pada wanita hamil.
Vaksinasi saat kehamilan atau sebelum hamil tak lantas menjadi jaminan tidak terinfeksi virus varian baru. Namun, vaksinasi bisa menjadi pengendali agar tidak muncul penyakit komorbid yang berbahaya.
Baca juga: Hasil Riset Terbaru Vaksin COVID-19 Aman untuk Ibu HamilVaksinasi saat kehamilan Saat mengetahui kehamilan di masa pandemi ini, yang menjadi pertanyaan pasti adalah apakah vaksin aman untuk ibu dan calon bayi?
Konsultan Departemen Kedokteran Janin di KKH Singapura Dr. Serene Thain mengatakan bahwa vaksinasi aman bagi wanita hamil di semua tahapnya.
Kondisi yangn mengkhawatirkan adalah wanita hamil yang belum divaksin kemudian di tengah kehamilannya terinfeksi CIVID-19. Ini akan lebih berbahaya dibanding wanita hamil yang sudah divaksin dan terkena virus tersebut.
“Wanita hamil dengan infeksi COVID-19 lebih berisiko menjadi sangat tidak sehat (misalnya membutuhkan oksigen atau masuk ke unit perawatan intensif) jika mereka terkena COVID-19," kata Dr. Thain.
"Mereka juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur dan lahir mati.”
Sedangkan jika seorang wanita hamil yang divaksinasi terkena Covid-19, kemungkinannya adalah 90 persen lebih kecil untuk mengembangkan penyakit parah atau kritis, dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak divaksinasi, kata Dr Thain.
Namun, jika pada trimester pertama merasakan mual yang berlebih, tidak nafsu makan, mudah lelah atau sering mengalami pusing, sebagai gejala awal kehamilan. Lebih baik coba konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk di vaksin.
Apa manfaat vaksin bagi calon bayi?Saat ini sudah ada data terbaru dari dunia kesehatan, terkait vaksin saat kehamilan dan dampaknya.
“Lebih dari 170.000 wanita hamil di AS telah menerima vaksinasi mRNA (baik Pfizer BioNTech atau Moderna) dan tidak ada masalah keamanan yang diangkat,” kata Dr. Thain.
Manfaatnya, menurut Dr Thain, termasuk "Produksi antibodi pada wanita hamil, yang telah terbukti ditransfer secara pasif melalui plasenta ke bayi selama kehamilan, yang juga dapat memberikan perlindungan kepada bayi setelah lahir."
Perlu juga dicatat bahwa vaksin mRNA bukanlah jenis vaksin hidup dan karena itu tidak menyebabkan seseorang terinfeksi virus. Juga tidak mengubah DNA atau susunan genetik wanita hamil atau bayinya.
Baca juga: Ibu Hamil Jangan Depresi, Anak Bisa Berpotensi DepresiMengenai risikonya, Dr Thain menunjukkan bahwa efek samping dari vaksinasi untuk wanita hamil tidak berbeda dengan individu yang tidak hamil.
“Efek sampingnya bersifat sementara dan yang umum termasuk rasa sakit di tempat suntikan, nyeri otot, kelelahan atau demam. Efek samping ini membatasi diri dan akan hilang dalam beberapa hari dengan istirahat yang cukup dan hidrasi yang cukup.” pungkasnya.
(est)