LANGIT7.ID, Lumajang - Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguram Gunung Semeru, mengonfirmasi sebanyak 34 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12). Sementara 22 orang dinyatakan hilang.
Komandan Posko Tanggap Darurat, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Irwan Subekti, mengatakan dalam penanganan penanggulangan bencana hingga hari ini, Satuan Tugas Penanganan telah dibentuk. Korban jiwa maupun materi diperkirakan terus mengalami penambahan.
Baca juga: Listrik 28.041 Pelanggan Terdampak Erupsi Semeru Kembali Menyala"Sampai saat ini korban jiwa tercatat di posko kami 34 orang, 22 orang dinyatakan hilang berdasarkan laporan masyarakat. Luka berat sampai saat ini 26 orang," ujar Irwan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (7/12).
Selain itu dilaporkan rumah yang terdampak sebanyak 5.205 unit. Kemudian data pengungsi sebanyak 4.250 orang, dimana tersebar di beberapa tempat di sekolah-sekolah masjid, balai desa dan rumah penduduk atau rumah saudara sendiri.
Baca juga: 3.697 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung SemeruMenurut laporan Irwan, total wilayah yang terdampak yakni 10 Kecamatan dan 17 desa. Lokasi pengungsi terdampak terdapat di 19 titik yakni di Kecamatan Pronojiwo sebanyak sembilan titik, di Kecamatan Candipuro terdapat enam titik pengungsian, Kecamatan Pasirian terdapat empat titik pengungsian. Kemudian terdapat pengungsian yang lain yang tersebar di 25 lokasi.
"Pencarian korban kini telah sampai pada hari keempat. Satgas tersebut diberikan waktu satu minggu untuk pencarian secara optimal," kata Irwan. (Sumber: Antaranews)
Baca juga: Kisah Pilu Rumini, Korban Erupsi Semeru Wafat Sebab Tak Mau Tinggalkan Nenek(asf)