LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengajak agar ummat Islam yang mampu dan memiliki kelebihan finansial untuk melaksanakan perintah agama dengan menyembelih hewan qurban dan berbagi kepada sesama. Semangat berqurban harus dilakukan dengan keikhlasan seperti yang diajarkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
"Saya mengajak kita semua untuk berkurban dengan menyisihkan sebagian kelebihan yang kita miliki untuk membantu mereka. Semangat berkurban harus dilandasi keikhlasan seperti dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, keikhlasan mereka berdua merupakan refleksi ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT," kata Wapres di Jakarta, Selasa (20/7/2021).
Terlebih lagi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Salah satu hikmah dari perayaan Idul Adha adalah kepedulian sosial dengan aksi saling berbagi dan saling membantu. Wapres mengatakan, dalam Al-Qur'an telah disebutkan agar ummat Islam melaksanakan qurban dalam bentuk hewan ternak, seperti sapi, kambing atau unta.
"Bahkan, Nabi Muhammad mengatakan barang siapa mempunyai kelebihan pada saat Idul Adha tetapi tidak menyembelih, maka jangan mendekati tempat salat kami," kata mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Wapres KH Ma'ruf Amin memimpin shalat Idul Adha di kediaman resmi wapres Jakarta. Dia menyampaikan, Hari Raya Idul Adha 1442 H identik dengan pengorbanan dan keikhlasan seluruh ummat Islam sebagaimana yang telah disyariatkan melalui keteladanan dari Nabi Ibrahim AS dan puyranya, Nabi Ismail AS.
"Kepada seluruh umat Islam di Indonesia, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H yang tahun ini masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Hari Raya Idul Adha identik dengan pengorbanan dan keikhlasan," katanya.
Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dalam rangka menekan angka penularan Covid-19 saat ini, Wapres mengimbau penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH).
Apabila tidak bisa dilakukan di RPH, pemotongan hewan harus dilakukan dengan tidak menimbulkan kerumunan masyarakat baik di masjid maupun nonmasjid. Pembagian daging kurban juga tidak boleh dilakukan secara berkerumun di lokasi pemotongan hewan, melainkan harus dibagikan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
"Lonjakan kasus Covid-19 yang kembali tinggi di Indonesia harus menjadi pendorong bagi kita untuk semakin bersemangat berkurban dengan penuh keikhlasan sambil bertawakal kepada Allah SWT," ujar Wapres. Sumber:
Antaranews.com(jak)