Langit7, Jakarta - Indonesia bercita-cita menjadi negara maju pada 2045. Untuk menggapai hal itu, diperlukan rasio kewirausahaan sebesar 4 persen.
Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia sendiri baru berada di angka 3,47 persen. Sehingga dorongan dan ajakan kepada kalangan usia produktif untuk menjadi pengusaha gencar dilakukan oleh banyak pihak.
Salah satu tokoh nasional yang juga turut mendorong pertumbuhan kewirausahaan, khususnya dari kalangan muslim di Tanah Air ialah Jusuf Kalla. Menurutnya, menjadi pengusaha juga merupakan salah satu tuntunan dari sosok Nabi Muhammad.
Baca juga: Indonesia Kejar Target Peringkat Pertama Ekonomi Islam DuniaKetua Dewan Masjid Indonesia itu mengatakan, sosok penyebar Islam dari kalangan pedagang itu membuat karakter Islam di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara cenderung ramah dan damai. Ini berbeda dengan penyebaran Islam di wilayah lain yang memakai cara peperangan.
"Asia Tenggra ini aman, dan tidak saling perang di antara negara mayoritas muslim, karena yang membawa Islam adalah pengusaha dari Yaman dan Timur Tengah. Islam kita salah satunya dibawa oleh pedagang yang ulama,” ujarnya dalam Kongres Ekonomi Umat II MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (11/12) ,
Muslim yang biasa disapa JK ini juga menyebutkan, penyebaran Islam dari kalangan ulama pedagang itu harus menjadi materi dakwah. Di mana setiap ulama juga harus mengajak umat untuk menjadi pedagang.
"Rasulullah SAW pun merupakan sosok pedagang. Sehingga berdagang merupakan sunnah Nabi," jelasnya.
JK mengatakan, kondisi muslim di Indonesia yang memprihatinkan saat ini akibat kurangnya kesadaran berdagang.
Baca juga: Plepah, Produk Wadah Makanan yang Dukung Pembangunan BerkelanjutanDari 10 orang paling kaya di Indonesia menurut majalah Forbes, hanya satu yang muslim. Sementara dari 100 orang paling kaya di Indonesia, hanya ada 9 orang muslim.
“Ekonomi nasional tanpa pengusaha bisa pincang. Saya mendorong umat Islam semakin membangun budaya wirausaha,” ujarnya.
Dunia wirausaha itu, kata dia, akan menguji karakter muslim menjadi semakin tangguh. Muslim yang berwirausaha akan berani bersaing, semakin lebih baik, lebih cepat, dan menyediakan produk lebih murah.
"Berdagang itu kuncinya bersaing, lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah,” tambahnya.
Baca juga: Indonesia Bisa Pimpin Industri Halal Global dengan Kekayaan Alam(zul)