LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia masih menjadi konsumen terbesar dalam industri halal global. Laporan State of The Global Islamic Economy mencatat, Indonesia dalam posisi lima besar sebagai konsumen di sektor makanan, busana, dan kosmetik halal.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki potensi alam luar biasa yang dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak posisi Indonesia sebagai penguasa industri halal global.
Didi mengatakan, pariwisata, media, dan rekreasi halal merupakan sektor potensial bagi Indonesia untuk mengisi ceruk pasar halal global. Indonesia punya keunggulan geografis dan panorama alam indah yang dapat dimaksimalkan dalam meningkatkan industri halal nasional.
Baca Juga: Ekonomi Syariah Indonesia Menunjukkan Performa BaikMenurut dia, keindahan alam Indonesia sangat mungkin dikomersialisasi untuk meningkatkan industri halal dalam negeri. Sumber daya alam yang melimpah dapat dikonversi ke dalam sektor pariwisata halal yang dapat menarik minat konsumen global.
“Kita sudah cukup baik di sektor makanan dan busana. Tapi, ada potensi lain yakni pariwisata, media dan rekreasi yang secara global bisa kita lakukan untuk didorong lebih baik lagi,” kata Didi dalam Focus Group Discussion bertajuk Produk Halal Dalam Marketplace Global, Kamis (9/12/2021).
Baca Juga: Anggota DPR: Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa PandemiIa menguraikan, potensi pasar produk halal dunia sangat terbuka lebar bagi Indonesia. Pada 2019 saja, pengeluaran masyarakat dunia untuk produk-produk halal mencapai 2,2 triliun dolar AS dan diprediksi akan terus meningkat hingga 2024 menjadi sebesar 2,4 triliun dolar AS.
“Ini potensi sangat besar kalau kita bisa isi. Posisi kita saat ini masih sebagai konsumer tertinggi di beberapa sektor produk halal, ini harus kita balik posisinya,” kata Didi.
Baca Juga: Wapres Optimis Ekonomi Syariah Tahun Depan Lebih BaikBaca Juga: Hari Pencarian Kelima, Korban Meninggal Erupsi Semeru Bertambah 4 Orang(zhd)