Langit7, Sleman - Destinasi wisata di Sleman bertambah. Kepastian ini setelah Bupati Sleman, Kustini meresmikan Museum Terbuka Bakalan, Argomulyo Cangkringan, Sleman, Sabtu (11/12/2021). Museum Terbuka Bakalan merupakan tetenger atau monumen erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang melanda di tempat ini.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Suparmono mengatakan pembangunan tetenger erupsi Merapi Tahun 2010 di Bakalan, Argomulyo, Cangkringan ini sebagai pengingat dan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar Gunung Merapi agar memahami akan resiko bencana erupsi Merapi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi korban karena kealpaan masyarakat itu sendiri...
“Selain itu Museum Terbuka Bakalan ini juga menjadi wisata edukasi dan mitigasi bencana sehingga memberikan pengalaman sebagai wisata minat khusus bagi pengunjung yang datang ke Kabupaten Sleman,” katanya, Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Kampung Wisata Kreatif Cigadung jadi Alternatif Wisata Warga Bandung.
Ia menjelaskan untuk pengeloaan Museum Terbuka Bakalan nantinya akan dikerjasamakan dengan Pokmas penggiat pariwisata melalui badan usaha kalurahan (Bumkad) Argomulyo. Sehingga dapat menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat setempat.
“Untuk akselerasi tingkat kunjungan wisatawan ke Museum Terbuka Bakalan kami juga akan menggandeng Komunitas Jeep Wisata untuk memasukan trip atau jalur jeep wisata ke kawasan Museum Terbuka Bakalan,” paparnya.
Bupati Sleman Kustini mengatakan keberadaan museum terbuka ini tidak hanya dapat dinikmati sebagai sebuah destinasi wisata baru di Sleman, tapi lebih dari itu keberadaan museum ini menjadi saksi dasyatnya erupsi Merapi yang terjadi 11 tahun yang lalu.
“Diharapkan museum ini dapat mengingatkan tentang potensi bencana erupsi, memberikan sumbangsih untuk meningkatkan dan menstimulus pemahaman masyarakat serta wisatawan tentang kapasitas mitigasi bencana erupsi Merapi dan tetap waspada,” harapnya.
Baca juga: Wisata Rumah Apung Bangsring, Sensasi Berenang Bersama BabysharkUntuk itu, pengelola dan masyarakat sekitar dapat menjaga serta melestarikan keberadaannya. Apalagi Muesum Terbuka Bakala merupakan situs bersejarah yang harus dirawat dengan baik. Jangan sampai ada coretan-coretan atau aksi vandalism pada area museum.
“Semoga keberadaan museum ini dapat turut serta meningkatkan geliat perekonomian masyarakat sekitar museum,” priyo setyawan
(zul)