LANGIT7.ID, Jakarta - Bertepatan pada perayaan Idul Adha, pagi ini aktivitas masyarakat di Pasar Ciracas, Jakarta Timur masih seperti biasa.
Dari pantauan Langit7, sekitar pukul 09.00 WIB di pinggir jalan Pasar Ciracas beberapa pedagang yang menjajakan alat panggangan mulai membuka lapak mereka. Alat panggangan ini menjadi peluang yang mereka manfaatkan mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia mengolah daging qurban dalam bentuk sate.
Yora (27) penjual alat panggangan mengatakan mengambil kesempatan karena ada keuntungan yang bisa didapatkan. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online (ojol) ini mengaku akan menjual alat panggangan di Pasar Ciracas ini hingga pasar tutup.
"Kita jual arang, tusukan sate, dan panggangan. Modal untuk semua Rp4 juta, kita beli dulu barang semua baru jual," katanya.
Adapun alat panggangan yang ia jual yakni, batok kelapa plastik Rp10 ribu, arang batok kelapa Rp5 ribu, panggangan Rp35 ribu, tusuk sate gepeng Rp15 ribu, kipas sate Rp5 ribu.
![Sambut Hari Raya Qurban, Penjual Alat Panggangan Menjamur di Pasar Ciracas]()
Ia berharap dagangannya habis terjual semua hari ini. Sebab, ia juga disibukkan dengan pekerjaan ojolnya.
"Dari modal Rp4 juta jika habis semua bisa dapet Rp6 juta, jadi lumayan bisa dapet untung Rp2 juta kalau semua habis hari ini," imbuhnya.
Sementara pedagang lainnya, Saliyem (38) juga mengaku hal yang sama. Ia yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga, disaat Idul Adha ini memanfaatkan kesempatan yang ada dengan menjual alat panggangan di Pasar Ciracas, Jakarta Timur.
"Musim lebaran haji kan orang motong kambing jadi pada mau nyate biasanya," kata dia.
Namun menurutnya, ia merupakan pedagang tahunan ini memperkirakan tahun ini akan lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, walaupun masih dalam pandemi Covid-19, tapi tahun lalu perekonomian masih lebih baik dibandingkan tahun ini.
"Semoga korona hilang. Pemerintah harusnya lebih tahu, maksudnya jangan sampai tutup di mana-mana, kasihan kayak kita pengen jualan di mana-mana ditutup. Dampaknya gede banget ini kita rasakan. Kalau memang dirumahin ya ga apa asal bisa dijamin kebutuhan kita terpenuhi," imbuhnya.
(zul)