Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha

Dwitisya Rizky Desindatika Selasa, 20 Juli 2021 - 14:00 WIB
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Menu olahan daging kambing (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID - Hari Raya Idul Adha adalah momen terbesar umat muslim selain Idul Fitri. Beribadah dan menebar pahala dengan berkurban, lebaran Idul Adha juga saat-saat yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Mengingat hari raya ini jatuh saat PPKM Darurat, maka Idul Adha kali ini harus kembali dirayakan di rumah saja.

Setiap daerah di Indonesia memiliki menu khas atau hidangan wajib yang khusus disuguhkan saat hari raya besar seperti Idul Adha. Ada keunikan citarasa dan aromanya masing-masing . Berikut beberapa menu olahan daging ala Nusantara.

Gulai - Sumatera Barat
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Gulai biasanya berbahan baku daging ayam, ikan, daging sapi dan daging kambing, bisa juga dengan sayuran nangka muda dan daun singkong yang diolah dalam kuah bumbu rempah yang bercita rasa gurih.

Gulai identik dengan kuah yang teksturnya lebih kental dari kari. Bumbu gulai terbuat dari bahan rempah seperti kunyit, ketumbar, lada, lengkuas, jahe, cabai merah, bawang merah, bawang putih, pala, serai, kayu manis dan jintan yang dihaluskan dan dimasak dalam santan.

Rabeg - Banten
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Cita rasa masakan timur yang berpadu dengan manis khas kecap lokal menjadi kesan pertama ketika makanan ini disajikan. Rabeg umumnya dibuat dengan daging dan jeroan kambing yang dimasak dengan bumbu berupa tomat, garam, merica bubuk, gula merah, kayu manis, pala, dan kecap manis.

Sate Maranggi - Jawa Barat
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Sate ini merupakan salah satu hidangan sate favorit di Indonesia karena menggunakan olahan daging sapi. Sate khas Purwakarta ini berbeda dengan sate biasa, sate maranggi didominasi cita rasa manis dan gurih yang ditimbulkan dari bumbu marinasi pada daging sebelum dibakar menjadi sate.

Daging direndam dengan bumbu yang terdiri dari jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit, cuka, gula merah, dan kecap manis. Sate ini disajikan dengan tambahan kecap manis dan potongan tomat, cabai dan bawang merah.

Tengkleng - Jawa Tengah
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Hidangan satu ini adalah menu khas Jawa Tengah yang cukup populer di daerah lain dan banyak juga di jual di rumah makan khas Solo. Tengkleng umumnya dibuat dengan memanfaatkan seluruh bagian kambing mulai dari daging, tulang, hingga jeroan. Kuah kaldu yang dioseng di atas arang menambah citarasa asap unik dan aromanya pun menusuk harum.

Rendang - Sumatera Barat
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Sepertinya hidangan ini juga menjadi favorit kebanyakan masyarakat Indonesia dan umum disajkan saat Idul Adha. Hidangan yang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia ini dimasak dalam waktu lama dengan api kecil, agar bumbu meresap dan daging sapi atau kambing jadi lebih empuk dan mudah dimakan.

Kari Kambing - Aceh
Hidangan Daging Khas Nusantara untuk Inspirasi Menu Idul Adha
Kari juga jadi salah satu ikon masakan Indonesia selain rendang. Menu yang merupakan sajian khas India ini menyebar ke banyak negara. Kari memiliki ciri khas pada cita rasa kuah berempah yang kental dan gurih. Kuah kari bisa dari santan atau susu, bergantung selera. Kari umumnya berisikan daging hinggaa tulang kambing, dinikmati dengan pendamping nasi atau roti canai. Untuk perayaan kali ini tak salahnya menggunakan nasi basmati yang harum.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)