LANGIT7.ID - , Jakarta - Keahlian berbahasa Inggris menjadi hal yang penting di ega digital ini. Artinya dengan bisa berkomunikasi menggunakan bahasa asing memudahkan dalam beraktivitas dengan dunia internasional.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Center for Quality Improvement for Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) pada seminar regional “Language Policy and Language Education”, ditemukan bahwa negara-negara ASEAN tetap memprioritaskan bahasa Inggris sebagai bahasa yang harus dikuasai siswa agar mampu bersaing di tingkat dunia.
Baca juga: Fasih Bahasa Asing Lewat Kursus Online, Bisa Pakai WhatsApp Juga Lho!Namun kondisi kemahiran berbahasa Inggris masyarakat Indonesia masih rendah, hal ini dibuktikan pada riset English First English Proficiency Index 2021, Indonesia menempati urutan ke 80 dari 112 negara untuk kemampuan bahasa Inggris.
Berangkat dari situ, platform pelatihan Bahasa Inggris ELSA (English Learning Speech Assistant) menggandeng President University untuk menyediakan platform pelatihan bahasa Inggris.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan ELSA Speak terhadap President University mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu mempersiapkan pemimpin di masa depan yang memiliki pandangan global. Serta mendorong mahasiswa agar dapat meningkatkan produktivitas dan kredibilitas melalui peningkatan keterampilan berbahasa Inggris agar dapat membuka banyak peluang di masa depan.
Menurut Country Manager ELSA Speak Indonesia Yasser Muhammad Syaiful perkembangan teknologi dan digitalisasi menjadi faktor pendorong bagi masyarakat, khususnya mahasiswa untuk terus belajar komunikasi dengan bahasa Inggris agar mampu bersaing di kancah internasional.
"Kami berinisiatif untuk menggandeng berbagai pihak dengan menjalin kerja sama untuk menyediakan platform pelatihan bahasa Inggris dengan metode pembelajaran yang akurat, efektif dan interaktif,” lanjut Yasser dalam keterangan tertulisnya.
Menanggapi hal tersebut, Director of admissions, President University Wijaya Kurnia mengatakan kerjasama ini diharapkan mampu mendorong semangat mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi diri, yang bisa berguna saat lulus.
"Langkah ini juga menjadi salah satu wujud dukungan kami kepada mahasiswa agar dapat membentuk pola pikir secara global serta mampu berkomunikasi dengan masyarakat internasional. Kami percaya bahwa kemampuan berbahasa Inggris akan menjadi pondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan kredibilitas dalam meraih cita-cita.” kata Wijaya.
ELSA Speak Corp merupakan solusi pembelajaran berkemampuan artificial Intelligence (AI) dan pengenalan suara (speech recognition) yang didukung oleh Google. ELSA telah menyediakan lebih dari 1.200 pelajaran untuk pengguna dalam melatih pengucapan kata dan frasa dalam bahasa Inggris.
Baca juga: Kuatkan Kampanye Islam Moderat, Masjid Istiqlal Latih Pengurus Berbahasa InggrisELSA telah dipercaya oleh lebih dari 20 juta pengguna dari 100+ negara di seluruh dunia dan diakui oleh Forbes sebagai 4 perusahaan teratas yang menggunakan AI untuk mengubah dunia.
(est)