LANGIT7.ID, Jember - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan akan adanya potensi gempa berkekuatan besar di bagian selatan Jawa Timur. Gempa diperkirakan menyebabkan kerusakan yang berdampak hingga 200-250 kilometer dari bibir pantai.
Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG, Rahmat Triyono mengatakan harus ada penanganan dan persiapan sejak dini. Menurutnya, sumber gempa sudah terdeteksi dengan magnitudo (M) 7,0 termasuk di daratan.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Dirasakan Kuat di Jember, 31 Rumah Rusak"Skenario terburuk ada di selatan Jawa dengan skala VI VII MMI. Potensi kerusakannya luar biasa dan bisa menimbulkan tsunami sampai 29 meter," kata Rahmat saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa di Kabupaten Jember, Sabtu (18/12).
Selama kurun waktu lima tahun terakhir, BMKG mencatat aktivitas kegempaan di wilayah selatan Jatim tersebut mengalami peningkatan. Berdasarkan catatan BMKG, sepanjang tahun 2013-2015, jumlah gempa bumi di Jatim dengan beragam magnitudo terjadi kurang dari 230 kali per tahun.
Namun, sejak 2016 hingga 2020, jumlah gempa bumi dengan beragam magnitudo meningkat menjadi lebih dari 450 kali setahun. Peningkatan juga diikuti dengan frekuensi tertinggi 655 kali yaitu pada 2016.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Selayar Tetapkan Status Tanggap DaruratSebelumnya, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,0 terjadi di wilayah selatan Jatim yang berpusat pada koordinat 8,55 derajat Lintang Selatan - 113,48 derajat Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah barat daya Kota Jember pada kedalaman 26 km, namun gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan data BPBD Jember sedikitnya terdapat 46 unit rumah yang mengalami kerusakan yakni 34 unit mengalami rusak ringan, 11 unit mengalami rusak sedang, dan 1 unit mengalami rusak berat. Kemudian 5 unit fasilitas umum berupa 4 sekolah dan 1 aula balai desa juga terdampak gempa tersebut. (Sumber: Antaranews)
Baca juga: 3.900 Warga Kabupaten Kepulauan Selayar Mengungsi Akibat Gempabumi M 7.4 di Laut Flores(asf)