LANGIT7.ID, Semarang - Bek tengah PSIS Semarang Wallace Costa Alves, menjadi satu dari dua pemain yang menjadi bahan evaluasi performanya selama putaran pertama Liga 1. Selain Wallace, ada juga nama lainnya Jonathan Cantillana, pemain berkewarganegaraan Palestina.
Wallace berharap bisa terus membela PSIS dan mengakhiri karirnya di Laskar Mahesa Jenar. Di usianya yang sudah memasuki 35 tahun, ia sadar bahwa suatu saat nanti bakal berhenti menjadi pesepak bola profesional. Namun itu semua dikembalikan kepada kebijakan klub.
“Aku memiliki kontrak 1 tahun lagi bersama PSIS. Jika memungkinkan, aku ingin mengakhiri karir di PSIS. Kalau tidak memungkinkan, aku akan berganti klub dan aku ingin mengakhiri karir di Indonesia,” kata Wallace Costa di kanal Youtube Tiento Indonesia.
“Aku bermain di mana tubuhku masih mampu. Saat aku merasa tidak mampu, membantu tim aku dari dalam lapangan, aku akan berhenti,” ujarnya.
Baca juga:
Shin Tae-yong, Bunglon dan Kedalaman Skuad GarudaPemain kebangsaan Brasil ini sudah memiliki rencana untuk tetap tinggal di Indonesia, jika sudah gantung sepatu. Mantan pemain Persela Lamongan ini sudah kerasan dengan suasanyanya, karena hampir mirip dengan negara asalnya Brasil.
“Indonesia sangat bagus untuk menjalani kehidupan. Di sini sama dengan Brazil, memiliki makanan enak seperti di Brazil. Orang-orangnya juga sangat baik. di Indonesia, kadang suasananya panas, sama dengan negaraku Brasil. Dan aku sangat bahagia untuk tinggal di Indonesia. Memang sangat jauh dari Brasil. Tapi saat keluargaku di sini, tidak ada masalah,” ceritanya.
Dikatakan, di Indonesia ada semuanya. Misal anaknya mau pergi ke mall di sini ada mal. Di sini ada di taman, ada pantai. Dan orang –orangnya juga sangat baik. Keluarganya tidak masaslah jika harus tinggal di Indonesia.
“Saat keluargaku di sini, aku tidak kangen Brasil. Aku tidak masalah tinggal di sini,” tuturnya.
Makanan lokal yang paling disukai selama berkarir di Indonesia adalah nasi goreng dan soto ayam. Jika ingin mencicipi makanan lokal, biasanya akan mencari salah satunya.
Baca juga:
Ditahan Imbang Singapura 1-1, Kans Indonesia ke Final TerbukaWallace juga bicara banyak mengenai potensi sepak bola di Indonesia di kancah Asia. Dia ingin Indonesia menjadi liga top di Asia karena memiliki pemain yang sangat bagus. Jika klub memikirkan tentang organisasi dan tentang situasi pemain, pemain akan menjadi top karena pemain dengan kualitas dan teknik yang baik, akan termotivasi untuk baik.
“Karena pemain butuh istirarahat yang baik, makan yang baik dan juga organisasi yang baik mengenai latihan dan persiapan. Musim ini tidak ada persiapan yang bagus. Seperti PSIS yang punya waktu persiapan 10 hari ini membuat kita tidak memiliki persiapan untuk tim, mempersiapkan fisik,” ujar pemain yang 8 tahun mengabiskan karir di Liga Kuwait ini.
(sof)