LANGIT7.ID - , Semarang - Aliran Sungai Kaligarang di Desa Persen, Sekaran Gunungpati kini disulap menjadi destinasi wisata yang menarik. Untuk menambah keelokan area tersebut, pengelola menambah beberapa fasilitas di antaranya berupa gubuk untuk bersantai pengunjung.
Destinasi wisata yang dinamai Gubuk Serut ini berawal dari iseng-iseng membangun satu gubuk di tepi sungai, kini malah ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan, dalam satu tahun terakhir ini, Gubuk Serut jadi destinasi baru bagi wisatawan yang melancong ke Kota Semarang.
Baca juga: Wisata Pesona Garda di Pringapus, Tawarkan Serunya River TubingLetak Gubuk Serut berada di Desa Persen, Kelurahan Sekaran, Gunungpati. Lokasinya sekitar 2 km dari kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Untuk menuju ke sana pun cukup mudah, jika dari arah Sampangan, Sahabat Langit7 tinggal naik lurus menuju kampus Unnes.
Sebelum sampai di pintu gerbang Unnes, ada pertigaan, kemudian belok kiri. Kurang lebih 1 km, ada lapangan sepak bola di dekat masjid. Di seberang lapangan ada jalan Kalimasada dan itu lurus sampai 1,5 km.
Hingga saat ini pengunjung yang masuk ke lokasi Gubuk Serut tidak dipungut biaya. Cukup membayar jasa parkir sepeda motor sebesar Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Pengunjung disarankan menggunakan sepeda motor, karena belum ada parkir mobil yang representatif.
Koordinator Gubuk Serut Sutoro mengaku tidak ingin memberatkan pengunjung dengan menarik tiket masuk. Ia berharap dengan tidak diberi tiket masuk, banyak wisatawan yang akan datang.
“Saat ini lokasi wisata kami tutup untuk hari biasa. Kami hanya buka pada hari Minggu saja mulai jam 08.00-16.00 WIB, karena musim hujan, jadi sangat berbahaya jika bermain di sungai. Meski wisata dibuka, tapi pengunjung kami larang bermain di sungai,” kata Sutoro kepada Langit7.Id, Jumat (24/12/2021).
Sutoro mengaku tidak menyangka jika Gubuk Serut bakal dibanjiri pengunjung yang ingin river tubing. Pasalnya dulu hanya ada satu gubuk, untuk tempat berteduh, setelah mencari ikan di sungai. Kemudian ada beberapa mahasiswa datang ke sana, dan di unggah di media sosial hingga akhirnya viral.
“Yang datang pertama anak-anak Unnes. Mulai kita garap pada tahun 2000, tepatnya pada bulan Agustus,” ucapnya.
Gubuk Serut mengajak kepada pengunjung, untuk bernostalgia saat masa-masa kecil, khususnya bagi yang suka bermain air di sungai. Tempat ini wisaya ini juga sangat cocok untuk area bermain anak-anak. Karena pengelola juga menyewakan ban untuk ceblon atau main air ditambah dengan fasilitas tak kurang ada 5 gubuk di tepi sungai.
Aliran Sungai Kaligarang tersebut airnya sangat jernih. Kecuali jika sedang banjir, akan akan keruh dan berawarna cokelat. Air bah yang datang merupakan kiriman dari wilayah Ungaran. Di sana ada pengelola yang ikut mengawasi demi menjaga keselamatan pengunjung.
Keberadaan areal wisata tersebut cukup membantu perekonomian warga setempat. Sejak ada destinasi baru, warga ikut menjajakan soto ayam, gendar pecel, aneka bakaran sosis dan juga makanan ringan lainnya. Ketika musim kemarau, pedagang lebih banyak, karena pengunjungnya juga banyak.
Dikatakan Sutoro, pendapatan dari jasa parkir digunakan untuk membantu kesejahteraan para pengelola wisata dan juga memperbaiki sarana dan prasarana lingkungan.
Baca juga: Pesona River Tubing di Desa Wisata Sindangkasih Garut“Kalau bisa ramai, kita sosial ada, panitia juga dapat. Dan paling tidak bisa membantu lingkungan, seperti pengecoran jalan, “ terangnya.
Destinasi Wisata tersebut belum dikelola oleh kelompok sadar wisata dan masih berupa Paguyuban Gubuk Serut. Belum laman ini Kelurahan Sekaran sudah meninjau ke lokasi wisata baru ini dan meminta kepada pengeloa agar mengurus perizinan.
(est)