LANGIT7.ID, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membagikan bantuan tunai dan sembako kepada masyarakat Bandung. Bantuan ini disalurkannya usai menjalankan shalat Idul Adha di Gedung Pakuan, Bandung..
Tampak Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, membagikan bantuan tersebut dengan mengenakan atribut ala bikers. Setelan baju lengan panjang, celana cargo, dan helm retro berlogo bintang lengkap dengan masker kesehatan yang ia kenakan saat memberikan bantuan tersebut.
Bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan imbas dari pemberlakuan kebijakan pemerintah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang kini resmi diperpanjang hingga 25 Juli mendatang.
"Bantuan tunai dan sembako ini dibagikan kepada masyarakat yang tidak terdata oleh sistem bantuan sosial secara formal karena banyak masyarakat terdampak secara ekonomi saat PPKM Darurat," kata Kang Emil, Selasa (20/7/2021).
Dia juga melakukan pemantauan keberlangsungan kebijakan PPKM Darurat. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas masyarakat Jawa Barat terus berangsur mengalami penurunan.
Kang Emil berharap momen Idul Adha menjadi bagian untuk saling menguatkan terutama dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang ini. selain itu, penurunan aktivitas masyarakt juga diharapkan mampu menekan lonjakan kasus Covid-19.
"Allah memberikan ujian kepada ummat dengan cara dan bentuk yang berbeda, kita sedang diuji dengan Covid-19. Banyak kepahitan yang harus kita alami melalui kejadi ini," ujarnya.
Menurutnya, keselamatan terkait nyawa manusia adalah yang terpenting saat ini. Momen Idul Adha dan qurban, merupakan momentum untuk mendapatkan ridho Allah dalam meningkatkan ketakwaan.
Sebelumnya, Kang Emil mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk bisa mengoptimalkan momen Idul Adha dan hari tasyriq 1442 Hijriah. Salah satunya dengan membeli hewan qurban secara
online.
Ia juga mengajak masyarakat agar bisa membagi waktu penyembelihan hewan qurban di hari tasyriq, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah 1442 Hijriah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan masyarakat yang dikhawatirkan bisa menyebabkan terpaparnya virus Covid-19.
"Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk beradaptasi dalam merayakan hari besar keagamaan, termasuk Idul Fitri dan Idul Adha. Kita dipaksa menunda tradisi hari kemenangan karena yang terpenting saat ini adalah masyarakat harus memastikan kesehatan diri dan keluarganya," ucapnya.
(asf)