Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Adopsi Emosional Pembeli, Ini Tips Jitu Agar Bisa Bersaing di Era Digital

mahmuda attar hussein Rabu, 21 Juli 2021 - 16:07 WIB
Adopsi Emosional Pembeli, Ini Tips Jitu Agar Bisa Bersaing di Era Digital
Ilustrasi pentingnya menguasai beberapa kiat berjualan agar bisa bersaing di era digital. Foto: Langit7/Antara
LANGIT7.ID, Jakarta - Pelaku Usah Kecil Menengah (UKM) perlu memperhatikan faktor penting dalam persaingan usaha di dunia digital. Hal ini penting dilakukan, mengingat persaingan usaha sekarang ini sangat ketat. Apalagi, dengan adanya dunia digital yang menjadi pilihan banyak pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

“Pelaku usaha bisa memanfaatkan website sebagai sarana pemasaran produk mereka. Kalau malas untuk mengoperasikannya, paling tidak haru punya media sosial aktif, seperti instagram, facebook, youtube, atau sekarang yang lagi ramai tiktok,” ujar Sustainable Business Coach (Asia-Europe) Panenmaya Academy, Abdi R. Sastrawinata di Live Shopping Produk UKM, Bersama Memajukan UKM Indonesia, yang disiarkan langsung di kanal Youtube Kemenkop UKM, Rabu (21/7).

Adanya media sosial, pelaku usaha bisa mengintegrasikannya langsung ke marketplace yang tersedia. Sehingga aset digital ini menjadi faktor penting yang juga harus digunakan pelaku usaha untuk bisa berasing dan berkembang dari kompetitor.

Selain itu, jika melalui aset digital ini dirasakan masih kurang cukup membantu perkembangan sebuah usaha, maka perlu adanya diferensiasi produk dengan produk lain yang sudah lebih dulu ada di pasaran.

“Apa yang membedakan produk kita dengan toko lain. Kalau jual kopi apa beda dengan produk kopi yang sudah ada lebuh dulu. Kalau makanan apa beda dengan mereka yang mengusung produk sama,” ujarnya.

Salah satu cara memberikan ciri khas dan diferensiasi dari sebuah produk adalah dengan mengadopsi unsur emosional pembeli. Walaupun sifatnya memang tidak secara langsung menyentuh produk, tapi bisa memberikan sentuhan terhadap elemen perkembangan usaha secara keberlanjutan.

“Kebanyakan yang beredar sekarang adalah green marketing, yang mendorong kelestarian lingkungan, tapi sebenarnya masih banyak hal lain, seperti menyentuh kebudayaan lokal,” katanya.

Kekeliruan yang sering terjadi, kebanyakan pelaku usaha melupakan pasar terdekat mereka. Padahal keuntungan juga bisa didapat dari menjangkau pasar terdekat, dalam cakupan daerah dan nasional.

Menurutnya, untuk membangun sebuah branding produk yang kuat diperlukan adanya perbedaan yang menjadi ciri khas di antara produk yang sudah mengusung tema yang sama. Jika tidak, lanjutnya, sebuah brand hanya memililki umur yang singkat walaupun memiliki konten yang banyak.

Sementara Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo mengatakan, perlunya pemahaman lebih lanjut dari para pelaku usaha terhadap pasar online saat ini.

Ia menjelaskan, dalam dunia digital hal yang pertama diperhatikan itu adalah konten dari produk. Mulai dari menyediaka foto yang baik, deskripsi produkyang informatif, judul iklan yang impulsif, sehingga bisa mempengaruhi pembeli untuk melakukan transaksi.

“Digital itu yang dijual gambar duluan, baru jualan cerita deskripsi. Seperti misalnya fesyen, harus ada penjelasan bahan, ukuran, cutting, dan diukung dengan foto yang menarik,”jelasnya.

Baru setelah itu bisa memanfaatkan fitur yang ada di marketplace, seperti diskon, cashback dan beberapa fitur terkait lainnya. Menurutnya, semua itu hanya menyangkut aspek hilir dalam sebuah usaha di dunia digital, sementara hulu sangat bergantung dari kualitas produk yang dihadirkan.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)