Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Bagaimana Memilih Ustadz Saat Belajar Islam di Medsos? Berikut Panduan dari Buya Yahya

Muhajirin Kamis, 30 Desember 2021 - 15:32 WIB
Bagaimana Memilih Ustadz Saat Belajar Islam di Medsos? Berikut Panduan dari Buya Yahya
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pandemi Covid-19 menggiring umat manusia untuk beraktivitas melalui sarana virtual. Hal itu membuat banyak orang belajar agama dengan menonton video-video ustadz ternama di kanal youtube.

Memang tak dipungkiri, youtube menjadi salah satu alternatif dalam mendalami ilmu agama. Video berisi ceramah agama menjadi solusi kala seorang muslim tak bisa keluar rumah karena alasan kesehatan.

Namun pertanyaannya, bagaimana memilih guru yang tepat ketika belajar Islam di media sosial?.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, menjelaskan persoalan tersebut melalui sebuah video yang diunggah melalui kanal youtube Al-Bahjah TV. Ia menganggap belajar agama dari youtube boleh saja, asal ada hal penting yang harus perhatikan.

Hal utama yang tak boleh luput dari perhatian pentingnya seseorang memilih guru. Dalam memilih guru, kata dia, seseorang harus memilih dengan benar. Apalagi jika ingin mempelajari ilmu agama. Urusan ilmu agama ini tidak hanya berkaitan dengan kehidupan dunia, tapi sampai di akhirat.

Jika seseorang salah dalam memilih guru, akibatnya bisa fatal. Sebab, hal itu berkaitan erat dengan akidah, akhlak, dan ibadah seseorang. "Bergur itu harus memilih, supaya tidak salah guru hingga salah jalan. Karena guru itu pembimbing," kata Buya Yahya.

Baca Juga: Pesantren Harus Melek Digital Atasi Otoritas Keilmuan yang Hilang di Medsos

Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih guru. Pertama, berkaitan dengan akidah calon guru itu sendiri. Ini karena akidah memiliki sangkut paut dengan keimanan seseorang kepada Allah, Rasul, dan hal ghaib lainnya.

Kedua, melihat akhlak. Akhlak merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter seorang muslim. Ketiga, ilmu. Jika akidah, akhlak, dan ilmu ada pada diri seseorang, maka ia patut disebut guru.

"Kalau anda baca buku agama tapi tidak tahu siapa penulisnya, maka itu anda hanya berspekulasi. Oleh karena itu, jangan anda beli buku tanpa rekomendasi dari ustadz," kata Buya Yahya.

Dia mencontohkan sosok Imam Al-Ghazali dan Imam Nawawi. Kedua tokoh ini merupakan ulama besar di bidangnya masing-masing. Maka seseorang bisa membaca setiap buku yang ditulis oleh keduanya.

"Jika anda klik (di youtube atau pun di internet) nama ustadz yang dikenal, tahu akidahnya, dan sebagainya, maka itu boleh. Tapi jika tidak kenal, jangan main-main," kata Buya Yahya.

Demikian pula jika mengunjungi web resmi dari seorang ulama besar, itu boleh belajar dari sana. Itu sudah dianggap murid, hanya saja martabatnya berbeda. Martabat murid yang tertinggi adalah orang yang berhadapan wajah langsung dengan guru. Artinya, duduk di hadapan guru.

Martabat selanjutnya adalah murid yang mengambil ijazah dari buku-buku dari seorang guru. Itu termasuk martabat dalam menuntut ilmu. Maka saat seseorang tidak sempat menghadiri majelis ilmu dan mengambil ilmu dari web ulama, maka sudah termasuk murid.

Baca Juga: Cariustadz.id, Menjawab Kebutuhan Referensi Ustadz Kompeten di Era Digital

Dengan begitu, seseorang bisa mengamalkan ilmu yang didapat dari laman-laman tersebut. Sebab, ilmu yang disampaikan dalam bentuk buku maupun tulisan di ruang maya biasanya bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Meski tanpa ijazah dari sang guru secara langsung, boleh diamalkan, karena itu diambil dari amalan Rasulullah. Ijazah itu jadi pengikat antara guru dan murid.

"Doa baik, dzikir baik, itu boleh anda baca. Tapi tetap kami imbau agar anda mengambil ijazah baik sempurna sambung anda dengan guru, sampai kepada baginda Nabi Muhammad SAW," pungkas Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)